Dinas Dukcapil Kota Bekasi Tambah Unit Mobil Kamling

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 17 Januari 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bekasi akan menambah fasilitas unit mobil perekaman keliling (kamling).

Kepala Dinas Dukcapil Kota Bekasi Taufik Hidayat mengatakan, Pemkot Bekasi akan menambah fasilitas unit mobil perekaman keliling (kamling) dan sarana prasarana (sarpras) lainnya.

Penambahan sarana dan pra sarana tersebut dilakukan untuk mengejar target perekaman maupun pencetakan KTP-elektronik, kartu identitas anak (KIA) dan dokumen kependudukan lainnya.

“Sejauh ini kami baru punya 1 unit mobil kamling, kedepannya kita sedang siapkan sarpras untuk bisa menjadi 4 tim,” kata Taufik saat dikonfirmasi, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (16/01/2021).

Kamling merupakan bagian dari program ‘Jebol Dukcapil’, bertujuan melakukan perekaman dan pencetakan secara door to door ke rumah masyarakat.

Tim kamling biasanya menyambangi rumah-rumah warga yang memiliki keterbatasan untuk melakukan perekaman di kantor kelurahan, seperti warga lanjut usia (lansia) dan disabilitas.

“Personel tim kamling berasal dari disdukcapil. Mereka melakukan perekaman khusus atas permintaan sendiri warga berkebutuhan khusus seperti lansia, difabel atau masyarakat mengalami sakit permanen,” ucapnya.

Penambahan  fasilitas 3 unit mobil kamling pada tahun 2021 ini diharapkan bisa mempercepat proses perekaman yang saat ini terkendala keterbatasan unit.

Pada tahun 2021 ini, sebanyak 691.173 warga di Kota Bekasi belum melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el).

Rinciannya, sebanyak 646.644 remaja berusia di bawah 17 tahun, sedangkan 44.529 jiwa sisanya, berusia di atas 17 tahun.

“Karena alat rekam portabel-nya saat ini masih terbatas. Jadi nanti kami ajukan untuk menambah sarpras. Ada kamling bermotor juga nanti di tahun 2022, sudah kami ajukan,” tutur Taufik.

Selain penambahan unit kamling, Dinas Dukcapil Kota Bekasi juga akan menggalakkan program kedua dari Jebol Dukcapil, yakni Jebol Capil.

Tim Dinas Dukcapil akan mendatangi kelurahan secara bergilir.

“Kalau Jebol Capil adalah upaya pembuatan akte Kelahiran dan Kematian berdasarkan permintaan dari Lingkungan RW yang warganya belum banyak memiliki akte pencatatan.”

“Tim nantinya datang ke kelurahan untuk menerima layanan one stop service,” kata Taufik.

“Namun, karena sifatnya masih sukarela, saat ini masih beberapa negara saja yang turut menyatakan komitmen tersebut. Bahkan, banyak negara-negara maju yang justru belum bergabung. Untuk itu, Indonesia perlu ambil bagian dengan mendorong negara lain untuk turut menunjukkan komitmennya dalam berbagi teknologi dan pengetahuan atas penanganan pandemi. Karena Covid-19 merupakan pandemi global, maka jelas kita pun harus keluar dari pandemi ini bersama- sama,” tutupnya. (Uli)