Dinas BMSDA Bekasi Ajak Komunitas Grafiti Hiasi Kolong Flyover Cipendawa

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 12 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Rawalumbu – Pihak Dinas Bina Marga Sumber Daya Alam (BMSDA) Kota Bekasi mempersilahkan komunitas grafiti untuk berkarya apabila pembangunan Trek BMX di kolong flyover Cipendawa, Kota Bekasi, telah rampung.

“Sekarang kan masih 80 persen. Nanti kalau sudah ada pagernya, misalnya komunitas grafiti mau menggambar di sini, silahkan,” ungkap Kepala Bidang Penerangan Umum dan Pertamanan Dinas BMSDA Kota Bekasi, Priadi Santoso, saat ditemui di lokasi, dilansir dari wartakot.tribunnews.com (11/08/2021).

Mereka bisa merangkul komunitas mana pun, seperti komunitas BMX, yang nantinya akan menggunakan lokasi tersebut untuk dijadikan arena bermain sepeda ekstrim.

“Nanti kami serahkan ke teman-teman komunitas kalau itu. Kan mereka yang lebih paham, biar nanti mereka yang berkreativitas sendiri. Tapi perawatannya nanti masih kami yang urus,” ujarnya.

Menghias lokasi kolong jembatan dengan gambar grafiti merupakan salah satu cara untuk menghindari aksi vandalisme.

Oleh sebab itu, ia meminta agar para komunitas saling menjaga fasilitas publik yang dibangun pemda.

“Kepada kawan-kawan komunitas bisa memanfaatkan dengan baik, terutama menjaga obstacle yang ada, atau bahkan mereka dengan komunitas lain, kalau bisa bikin grafiti, dibersihkan. Saling menjaga saja dan dirawat,” kata Priadi.

Trek BMX Cipendawa dibangun pada awal Juni lalu dan menghabiskan dana sebesar Rp 200 juta dari APBD.

Selain di Cipendawa, Dinas BMSDA telah membangun skate park di kawasan Jatiasih dan Jatiwarna.

Fasilitasi keinginan komunitas

Pemkot Bekasi memfasilitasi keinginan komunitas sepeda BMX, untuk memiliki ruang mengasah kemampuannya di kolong flyover Cipendawa, Rawalumbu, Kota Bekasi.

Kepala Bidang Penerangan Umum dan Pertamanan Dinas BMSDA Kota Bekasi Priadi Santoso menjelaskan pembangunan Trek BMX di lokasi tersebut sebentar lagi bakal dirampungkan.

“Kalau fisiknya yang sudah kelihatan 80 persen. Kurang pagernya saja. Sama dibersihin, pasang pager, sudah bisa dipakai habis itu,” ungkap Priadi di lokasi, Rabu (11/8/2021).

Ia mengatakan pembangunan Trek BMX berangkat dari semangat minimnya fasilitas publik yang mewadahi pecinta olah raga ekstrim tersebut.

Setelah sebelumnya telah membangun skate park di kawaaan Jatiasih dan Jatiwarna, pihaknya kemudian kembali membangun ruang publik dengan konsep yang hampir sama.

“Di Jatiasih itu sudah jadi, di sana lebih kepada skate park, karena di sini kan BMX dan sepatu roda. Komunitas ini datang ke kami menyampaikan aspirasi untuk bisa difasilitasi. Kemarin kan kalau mau main, ya di mana-mana, di gedung parkir, di jalan, kan bahaya. Kadang mereka sewa. Jadi kami fasilitasi,” katanya. (Uli)