Dimusim Kemarau, Ribuan Hektar Lahan Sawah KeKurangan Air

Sabtu, 24 Oktober 2015
Info Banten | Uploader Arif
loading...

BENGKULU – Kepala Dinas Pertanian Kota Bengkulu, Matriani Amran mengatakan, dampak musim kemarau sekira 2.000 Hektare (Ha) sawah di Kota Bengkulu tidak mendapatkan pengairan air dari Sungai Muara Bangkahulu. Akibatnya, musim tanam yang direncanakan bulan Oktober ditunda hingga Desember 2015 mendatang.

“Sejumlah petak sawah berada jauh dari akses sungai. Lahan areal persawahan lebih tinggi dari permukaan air sungai. Lagi pula, debit air sungai berkurang. Sehingga tidak menjangkau sawah,” kata Matriani, Sabtu (24/10/2015).

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Bengkulu bersama kelompok tani setempat akan menggelar tanam raya pada lahan seluas 557 Ha, bulan Oktober. Namun, kata dia, lantaran kemarau panjang yang diprediksi masih akan berlangsung sampai akhir November 2015, sehingga tanam raya ditunda hingga memasuki musim penghujan.

“Kalau kita paksakan tetap turun tanam maka hasil gabah diprediksi kan puso,” terang Matriani.

Dia juga menjelaskan, pemerintah sudah berupaya agar produksi gabah padi tetap optimal. Salah satunyaa, meralisasikan irigasi baru untuk mengairi 800 ha sawah yang kekeringan.

Jika dari 2.000 Ha sawah di Kota Bengkulu, bisa mendapatkan pengairan secara normal, tambah dia, setiap tahun mampu turun tanam tiga kali, yang mana hasil produksi bagah padi bisa mencapai 24.000 ton hingga 30.000 ton per tahun.

“Jika tidak kekeringan satu hektare sawah mampu menghasilkan gabah kering giling sebanyak empat sampai lima ton per hektare. Namun, jika menggunakan teknologi pertanian, hasil gabah bahkan meningkat menjadi sembilan ton per hektare,” tutupnya.

(wal)

Sumber : Okezone.com

loading...