Dildo Era Victoria Dilelang Seharga Rp 11 Juta

liputan6com/indolinear.com
Jumat, 3 November 2017
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Dublin – Ketika mendengar kata mainan seks, mungkin saja tak akan terpikirkan benda itu ada di masa Victoria. Namun, Anda bisa saja salah.

Selama akhir pekan ini, rumah lelang Matthews di kota Country Meath, Irlandia menawarkan lelangan ‘ukiran gading antik untuk perempuan’. Benda itu diletakkan dalam kotak kayu dengan cermin di dalamnya dan dilapisi kain kulit beludru.

Benda yang dimaksud menyerupai penis yang tengah ereksi. Mungkin bisa disebut dildo untuk masa sekarang.

“Ini adalah hasil karya yang cantik, yang datang dari sebuah keluarga Anglo-Irish yang terkenal,” kata pelelang Damien Matthews seperti dikutip Liputan6.com (02/11/2017).

“Seorang anggota keluarga menemukannya di sebuah laci dan mereka melelangnya untuk lelucon. Kami percaya gading berasal dari tahun 1840an. Pemilik awalnya berada di India tahun segitu, di mana dia menembak mati seekor gajah dan membawa gading ke Eropa,” lanjut Matthews.

Seorang pengembara kemudian menemukan gading itu di masa Pemberontakan Boxer di China yang terjadi pada 1899 hingga 1901. Ia berpikir untuk mengubah gading itu untuk sesuatu yang berguna.

“Orang China pandai dan terkenal mengukir gading dan kualitasnya juga baik. Saya pikir di negara itu ia membuatnya. Ada kemungkinan, pengembara itu berpikir tak tahu kapan kembali pulang dan ia ingin istrinya memiliki ini,” beber Matthews.

“Pemilik ukiran itu adalah keluarga yang terkenal dan ini merupakan hadiah penuh cinta dari seorang suami ke istri. Anda bisa lihat detilnya luar biasa. Juga liputan-lipatan kulit penis seperti aslinya. Ada ukiran hati di ujung satu lagi,” lanjutnya.

Meski ukiran mainan seks itu dibuat di China, kotaknya buatan Irlandia.

Adapun barang-barang buatan Irlandia nyaris tak ada yang bersinggungan dengan hal yang berkaitan dengan seksualitas seperti di Inggris pada era Victora.

Dalam film Hysteria 2011, Hugh Dancy berperan sebagai seorang dokter Victoria yang terkenal bernama Mortimer Granville, yang mengubah penemuan alat peraga otot tahun 1880-an menjadi kebangkitan seksual bagi pasien wanita.

Beberapa sejarawan mengklaim bahwa wanita dibawa ke “paroxysm histeris” (orgasme tidak ada yang mau diakuinya), oleh dokter melalui “pijatan di bagian pelvic” (yaitu masturbasi).

Untuk membantu dokter yang jari-jarinya mulai lelah dari semua pasien yang dirawat, diduga, alat getar ditemukan. Beberapa sejarawan –meskipun skeptis — berkesimpulan di warga Inggris di Era Victoria adalah pencipta vibrator.

Matthews mengatakan alat perangsang wanita masa lalu jarang dijual.

“Saya sudah 25 tahun dalam bisnis lelang benda lampau dan saya belum pernah melihat yang seperti ini. Anda mendapatkan pemijat era Victoria sesering itu yang datang untuk pelelangan, tapi tidak seperti ini,” kata Matthews.

“Anda harus ingat di zaman Victoria, jumlah orang yang mampu untuk memanjakan atau menciptakan sesuatu seperti ini sangat kecil. Sembilan puluh sembilan persen dari negara itu mencoba membuatnya, jadi mungkin ada 400 atau 500 keluarga di negara ini punya alat semacam ituitu. Ini bukan hanya sepotong erotika – ini adalah karya seni, dan merupakan bagian menarik dari sejarah sosial. ”

Ada banyak minat pada potongan ini, dan harga panduannya ditetapkan 500 hingga 800 euro atau sekitar Rp 7 hingga 11 juta. (Uli)