Digital Asset Academy Meluncurkan Blockchain 5.0 Relictum.io Pertama Di Indonesia

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 2 Desember 2021

Indolinear.com, Jakarta – Digital Asset Academy meresmikan peluncuran Blockchain 5.0 Relictum.io pertama di Indonesia, kemarin (13/11).

Peluncuran ini dihadiri lebih 100 investor aset digital yang disiarkan secara daring oleh keluarga besar Yayasan Cerdas Digital Adil Sejahtera.

Peluncuran Blockchain 5.0 dilakukan oleh pakar ekonomi digital Dr Sulistya Putra, pendiri Digital Asset Academy (DAC), dihadiri Lola Haryanti, Direktur Regional Indonesia Barat, Benny Suharsono Kepala Cabang DAC Ciamis, dan Jason Gultom Kepala Cabang DAC Kota Bandung.

Blockchain adalah teknologi yang tren di dunia. Blockchain generasi pertama digunakan untuk memproduksi Bitcoin yang nilai tertingginya mencapai Rp 970 juta per BTC. Blockchain generasi kedua memiliki “smart contract” dan dibuat oleh Ethereum. Kecepatan Blockchain ditingkatkan terus oleh EOS sebagai pionir generasi ketiga serta Selee, yaitu Blockchain generasi ke-4.

Blockchain generasi lama memiliki beberapa masalah, yaitu kebutuhan energi besar, kecepatan rendah, skalabilitas terbatas, biaya transaksi sangat tinggi, dan rawan serangan hacker. Maka itu, Blockchain 5.0 Relictum.io hadir, sebagai solusi tepat karena hemat energi, ukuran block 1/8000 lebih kecil dari block Bitcoin, kecepatan tertinggi 100.000-1.000.000 transaksi per detik, skalabilitas luas, biaya transaksi sangat rendah hingga nol, dan sangat aman dengan verifikasi satu blok untuk tiap satu transaksi. Teknologi intinya disebut Hypernet dengan konsensus orisinil Proof of Tsar.

Dr Sulistya Putra, pakar ekonomi digital dan pendiri DAC, mengatakan Blockchain 5.0 Relictum.io adalah “jalan tol bebas hambatan” bagi miliaran data, informasi, aplikasi, dan aset digital bernilai tinggi.

“Bayangkan pengembangan teknologi Blockchain 5.0 seperti proyek pembangunan jalan tol yang akan dilalui jutaan mobil dan semuanya membayar jasa tol. Tentu keuntungan pemilik saham jalan tol itu sangat besar. Peluncuran Blockchain 5.0 Relictum.io akan meningkatkan proses bisnis di Indonesia dan dunia yang lebih cepat, efisien, aman, transparan, dan terpercaya. Dan ini akan meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak di era digital,” kata Dr Sulistya Putra dalam rilisnya, dilansir dari Merdeka.com (01/12/2021).

Pengembangan teknologi Blockchain 5.0 didukung 10 miliar Genesis Token (GTN) dan 50 persen atau sebanyak 5 miliar GTN dapat dimiliki para investor aset digital melalui “private sale”. Saat ini telah terjual 1,3 miliar GTN. Para pemilik GTN mendapat keuntungan ganda yang berasal dari kenaikan nilai aset digital cryptocurrency GTN dan royalti bagi hasil dua kali per bulan.

Industri keuangan seperti bank, industri transportasi dan logistik, kedokteran, pendidikan, dan lain-lain memerlukan solusi Blockchain 5.0 Relictum.io. Sebab mudah diintegrasikan dengan berbagai aplikasi korporat menggunakan Relictum Bridge System. Semakin banyak pengguna instant smart contract dan cloud server berbasis Blockchain 5.0, maka semakin besar keuntungan para pemilik GTN.

Kemudian ekosistem Blockchain 5.0 Relictum.io juga sangat lengkap dan terdiri dari Relictum DEX, yaitu Decentralized Exchange untuk jual-beli 500 pasang cryptocurrency; CryptoBank untuk perbankan berbasis cryptocurrency; Relictum Storage, yaitu cloud server dengan sistem file terdistribusi.

Sementara Relictum Chat dan Relictum Game memiliki potensi pasar 3,5 miliar pengguna di dunia. Tersedia juga “stable coin” USDR dan RLC untuk mendukung perniagaan global.

Teknologi Relictum.io juga bisa “membungkus” Bitcoin, Litecoin, Ethereum dengan Blockchain 5.0 jadi RBTC, RLTC, dan RETH. Fungsinya untuk membuat transaksi lebih cepat dan hemat biaya. Apalagi semuanya dapat diakses dengan satu aplikasi super, Relictum Node, yang bisa diunduh di Google Playstore secara gratis.

Relictum Non Fungible Token (NFT) adalah sertifikasi digital untuk hak atas kekayaan intelektual dan karya seni.

Sulistya Putra mengungkapkan, Relictum NFT sangat penting untuk memberi nilai tambah tinggi pada karya kreatif putra-putri Indonesia, melindungi hak cipta berbagai motif batik dan kain tenun Nusantara, dan mengembangkan ekonomi digital kreatif di Indonesia.

DAC meluncurkan Blockchain 5.0 Relictum.io sebagai kurikulum terbaru program edukasi finansial dan aset digital. Sebelumnya tim DAC mengharumkan Indonesia sebagai Juara Dunia Omset Terbesar Cloud Gaming pada September 2020. Kemudian menjadi komunitas Internet of Things terbesar ketiga di dunia pada 10 November 2021.

Untuk mewujudkan visi meningkatkan kesejahteraan rakyat di era digital, DAC memiliki Kampus Regional Barat di Bandung, Kampus Regional Tengah di Surabaya, dan Kampus Regional Timur di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Layanan publik untuk informasi gratis aset digital dapat diakses di Facebook.com/Digitalasset.

“Digital Asset Academy berterima kasih kepada para early adaptor, yaitu para pengguna awal Blockchain 5.0 dan pemilik GTN di Indonesia atas dukungan yang diberikan pada peluncuran Blockchain 5.0 Relictum.io,” pungkas Sulistya Putra. (Uli)