Didatangi Wagub Jateng, Begini Reaksi Balita Yang Menelan Koin

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 4 Februari 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Terkadang, hal-hal sepele di sekitar kita bisa menjadi suatu hal yang berakibat fatal. Hal itulah yang menimpa Muhammad Alfarizky, seorang balita asal Magelang, Jawa Tengah.

Dilansir dari Merdeka.com (03/02/2021), bocah tiga tahun asal Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Magelang itu sempat membuat panik keluarganya dan warga sekitar. Ia tidak sengaja menelan uang koin Rp1.000.

Alfarizky langsung dilarikan ke RSUD dr. Kariadi Semarang untuk diambil koin yang ada di tenggorokannya. Untungnya, berkat kesigapan para dokter, koin itu di dalam tubuh balita ini dapat diambil tanpa jalan operasi. Lalu bagaimana kabar Alfarizky kini? Berikut selengkapnya:

Kronologi Kejadian

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (22/1) ketika Irwan, ayah dari Alfarizky, memberikan dua uang koin pecahan Rp1.000 untuk jajan. Namun, uang koin itu justru dibuat main-main oleh Alfarizky dengan memasukkannya ke dalam mulut dan kemudian tersangkut di tenggorokan. Pihak keluarga sebenarnya sudah berusaha mengambil uang koin itu, namun tetap saja sulit dikeluarkan.

Setelah tiga hari, hal ini diketahui oleh Bhabinkamtibmas Desa Donorejo, Kecamatan Mertoyudan, Magelang, Aipda Donny. Diapun langsung mendatangi rumah sang balita dan membawanya ke RSUP dr. Kariadi Semarang.

Tidak Punya BPJS

Namun, saat hendak diberi perawatan ke rumah sakit, kedua orang tua Alfarizky tidak sempat membuat BPJS karena NIK-nya dobel. Namun Pemerintah Kabupaten Magelang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah mengurus kartu BPJS Kesehatan untuk Alfarizky dan sudah aktif per tanggal 1 Februari 2021.

Oleh karena itulah, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen berpesan kepada warganya agar tak lagi melebih-lebihkan kejadian ini.

Didatangi Wagub Jateng

Wagub Jateng Taj Yasin sempat datang untuk menjenguk Alfarizky. Saat Wagub berkunjung ke rumahnya, tampak raut wajah sang balita yang tampak sumringah.

“Alhamdulillah saya sudah ke rumah Alfarizky. Sekarang kondisinya sudah bisa ketawa, sudah senang, saya berharap ini sudah selesai. Sudah jangan didramatisir lagi, apalagi ada pengumpulan donasi lagi. Kemarin tidak dapat daftar BPJS karena masih dobel NIK-nya. Jadi tertolak oleh sistem,” jelas Taj Yasin. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: