Di Polandia Ditemukan Kuburan Massal Sekitar 8.000 Korban Perang Nazi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 16 Juli 2022

Indolinear.com, Polandia – Sebuah kuburan massal berisi abu manusia yang setara dengan 8.000 orang ditemukan di dekat bekas kamp konsentrasi Nazi di Polandia, kata Institute of National Remembrance di negara itu.

Dilansir dari Tribunnews.com (15/07/2022), lembaga yang menyelidiki kejahatan yang dilakukan selama pendudukan Nazi di Polandia dan era komunis, mengatakan pada Rabu (13/7/2022) bahwa jenazah digali di dekat kamp konsentrasi Soldau, yang sekarang dikenal sebagai Dzialdowo, di utara Warsawa.

“Ini adalah bukti betapa telitinya Jerman mencoba menghapus jejak genosida yang mereka lakukan di Eropa Timur,” kata Institut itu dalam sebuah pernyataan.

Nazi Jerman membangun kamp ketika menduduki Polandia selama Perang Dunia II.

Kamp tersebut digunakan sebagai tempat transit, interniran dan pemusnahan bagi orang Yahudi, lawan politik dan anggota elit politik Polandia.

Temuan abu manusia di dekat bekas kamp konsentrasi NAZI di Polandia

Sebuah kuburan massal berisi abu manusia yang setara dengan 8.000 orang ditemukan di dekat bekas kamp konsentrasi Nazi di Polandia, kata Institute of National Remembrance di negara itu.

Temuan 15,8 ton abu manusia

Perkiraan telah menempatkan jumlah tahanan yang terbunuh di Soldau pada 30.000, tetapi jumlah sebenarnya tidak pernah ditetapkan.

Penemuan suram sekitar 15,8 ton (15.800 kilogram) abu manusia berarti dapat diklaim bahwa setidaknya 8.000 orang meninggal di sana, menurut penyelidik Tomasz Jankowski.

Perkiraan didasarkan pada berat sisa-sisa, dengan 2 kilogram (4,4lb) kira-kira sesuai dengan satu tubuh.

“Para korban yang dimakamkan di kuburan massal mungkin dibunuh sekitar tahun 1939 dan sebagian besar milik elit Polandia”, kata Jankowski.

Pada tahun 1944, otoritas Nazi memerintahkan tahanan Yahudi untuk menggali mayat dan membakarnya untuk menghapus bukti kejahatan perang.

Sampel abu dipelajari laboratorium

Seorang peneliti genetika di Universitas Kedokteran Pomeranian Andrzej Ossowski mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa sampel dari abu telah diambil dan akan dipelajari di laboratorium.

“Kami dapat melakukan analisis DNA, yang akan memungkinkan kami untuk mengetahui lebih banyak tentang identitas para korban,” tambahnya, mengikuti penelitian serupa di bekas kamp Nazi di Sobibor dan Treblinka. (Uli)