Di Mesir, Pegawai Pemerintah Yang Belum Vaksin Covid-19 Tidak Boleh Ngantor

FOTO: tribunnews.com/indolinaer.com
Selasa, 19 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Kairo – Aturan tegas diterapkan Mesir terkait penanganan Covid-19. Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly pada Minggu (17/10/2021) mengatakan, semua pegawai pemerintahan yang tidak divaksin tidak boleh masuk kantor.

Peringatan ini disampaikan setelah menteri kesehatan Mesir menyampaikan jumlah serta variasi jenis vaksin yang tersedia di Mesir, termasuk perluasan fasilitas vaksinasi di seluruh negeri.

Dengan ketersediaan vaksin yang sudah sangat luas, Mostafa berharap, semua pegawai pemerintahan bisa segera menerimanya agar semua pekerjaan cepat kembali normal.

“Harus dipastikan bahwa semua pekerja di otoritas administrasi kegubernuran divaksinasi. Semua karyawan yang belum divaksinasi tidak akan diizinkan masuk,” ungkap Mostafa, seperti dikutip dari Tibunnews.com (18/10/2021).

Menteri Kesehatan dan Kependudukan Mesir Dr. Hala Zayed melaporkan, saat ini Mesir memiliki 60,5 juta dosis vaksin dan sampai akhir Oktober akan menggenapinya menjadi 70 juta dosis.

Zayed juga menegaskan, saat ini fasilitas vaksinasi sudah ditambah, dan di kemudian hari akan didirikan di lokasi yang sering dikunjungi oleh warga.

“Lokasi-lokasi ini akan mencakup pengadilan, departemen lalu lintas, stasiun metro, stasiun keretaapi, dan di depan masjid dan gereja pada hari Jumat dan Minggu,” ungkap Zayed.

Mesir juga sudah memproduksi vaksin sendiri dan mulai pekan depan sejumlah teknologi manufaktur akan ditransfer dari mitranya di China.

Akhir pekan lalu, Mesir baru saja menerima kloter kedua 1,6 juta dosis vaksin Pfizer yang disediakan oleh AS melalui inisiatif COVAX. Vaksin Pfizer yang diterima akan dianalisis di laboratorium otoritas sebelum didistribusikan ke 1.100 pusat vaksinasi.

Kloter pertama, yang juga berjumlah 1,6 juta dosis, diterima September lalu sebagai bagian dari serangkaian pengiriman yang disediakan oleh AS ke Mesir. (Uli)