Di Madrid, Puan menyampaikan Hormat Parlemen Dunia Untuk Nakes Perempuan

FOTO: detik.com/indolinear.com
Kamis, 2 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Selain melaporkan hasil pertemuan tentang pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan, Ketua DPR RI Puan Maharani juga menyampaikan hasil pertemuan KTT Parlemen Perempuan dalam Inter Parliamentary Union (IPU) General Assembly ke-143 di Madrid, Spanyol. Puan melaporkan hasil The 13th Parliamentary Speakers Women’s Summit.

Wadah bagi para anggota parlemen dunia perempuan tersebut diselenggarakan di sela-sela Fifth World Conference of Speakers of Parliament (5WCSP) yang berlangsung di Wina, Austria, pada awal September 2021.

Kegiatan forum Parlemen perempuan dunia itu diadakan oleh IPU, Parlemen Austria, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). The 13th Parliamentary Speakers Women’s Summit mengambil tema ‘Women at the center: From dealing with a pandemic to sustaining achievements in gender responsive recovery’.

“Sebanyak 155 peserta hadir dengan 26 Ketua Parlemen perempuan berpartisipasi dalam pertemuan tatap muka global pertama dengan banyak peserta dalam hampir dua tahun,” kata Puan dalam keterangan tertulis, dilansir dari Detik.com (01/12/2021).

Menurut Puan, forum itu memungkinkan anggota parlemen dunia untuk merenungkan bagaimana dampak COVID-19. Puan menambahkan perempuan memiliki peran yang begitu penting selama pandemi hingga pemulihan pasca pandemi.

“Sesi pertama bertemakan ‘Women in a pandemic: A tribute to everyday heroes’ dengan latar belakang respons atas pandemi. Kami melihat bahwa secara global, 70% tenaga kesehatan adalah perempuan,” ujar Puan.

Puan menambahkan, para ilmuwan, dokter, dan perawat perempuan memiliki peran yang begitu penting. Pasalnya, mereka berdiri di garis depan untuk membantu penanganan pandemi COVID-19.

“Kami juga memberikan penghormatan kepada perempuan pengambil keputusan, baik di dalam maupun di luar parlemen. Perempuan dalam posisi kekuasaan serta jurnalis perempuan berperan penting dalam menavigasi masyarakat melalui masa-masa sulit yang dibawa oleh pandemi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Puan menambahkan, keseimbangan gender di parlemen juga merupakan langkah penting dalam memajukan masyarakat yang setara gender pascapandemi COVID-19.

“Dalam sesi kedua yang bertajuk ‘Women in post-pandemic recovery: Preserving achievements, advancing progress’, kami membahas bahwa pemberdayaan ekonomi juga harus datang dalam bentuk skema perlindungan sosial yang universal dan responsif gender,” sebutnya.

Dengan tegas Puan mengatakan, saat ini, 60% perempuan di seluruh dunia tidak mendapatkan perlindungan sosial apa pun. Ia juga mendorong agar forum dapat menyepakati kebijakan perlindungan sosial bagi perempuan, khususnya mereka yang berada dalam situasi rentan. Selain itu, perempuan juga perlu mendapatkan kesetaraan dalam berbagai aspek termasuk pendidikan.

“Kebijakan harus mengatasi akar permasalahan melalui pemberdayaan anak perempuan dan kesetaraan akses mereka ke pendidikan,” katanya.

KTT Parlemen perempuan menegaskan perlunya transformasi ekonomi dan masyarakat melalui perspektif gender. Peserta forum menilai krisis COVID-19 telah memberikan peluang untuk transformasi semacam itu.

“Para Ketua Parlemen perempuan sangat ingin untuk memimpin. Dan adalah tugas anggota parlemen di mana pun dan semua gender untuk memimpin transformasi sistem global kita, untuk memastikan alokasi sumber daya yang adil dan kesempatan yang sama di masa depan,” tambahnya.

Terakhir, Puan berharap agar isu yang diangkat dalam KTT Parlemen Perempuan tersebut juga menjadi agenda IPU ke-143.

“Kami berharap untuk membawa perspektif ini ke dalam pertimbangan Majelis ke-143 dan dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya,” pungkasnya. (Uli)

loading...