Di Jepang Pemeriksaan Bangunan Kuno Bertingkat Tinggi Menggunakan Drone

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 19 Maret 2020

Indolinear.com, Tokyo – Untuk pertama kalinya, secara resmi Jepang menggunakan drone untuk memeriksa bagian luar dari gedung kuno bertingkat tinggi.

“Di daerah perkotaan, gedung pencakar langit dan kondominium meningkat pesat, dan penuaan adalah masalah utama. Saya ingin menyebarkan penggunaan inspeksi drone dengan aman terlebih dahulu,” kata Hiroyuki Miyauchi, seorang peneliti senior di Building Research Institute (BRI), dilansir dari Tribunnews.com (18/03/2020).

Penuaan bangunan tinggi menjadi masalah, dan proses ini adalah inisiatif baru untuk mempromosikan inspeksi yang efisien.

Di sebuah kota dengan konsentrasi orang yang tinggi, percobaan nasional pertama yang menggunakan pesawat tanpa awak (drone) untuk memeriksa dinding luar sebuah bangunan dilakukan di Nakano-ku, Tokyo.

Percobaan ini dilakukan di Nakano Sun Plaza, sebuah gedung tinggi 20 lantai di dekat Stasiun Nakano di Tokyo oleh Building Research Institute of Japan bersama perusahaan konstruksi swasta.

Dalam percobaan, drone dengan kamera ditembakkan di sepanjang dinding bangunan setinggi 90 meter untuk memotret keadaan dinding, dan ditentukan dari gambar apakah ada retakan atau cat belum dihapus.

Hal ini lebih efisien daripada merakit perancah dan memeriksa langsung oleh pekerja.

Meskipun demikian menerbangkan drone di daerah perkotaan yang padat akan berisiko jika terjadi kecelakaan dan tidak dapat dilanjutkan.

Untuk alasan ini, kali ini, seutas tali pancing yang disebut “line” digantung di sepanjang dinding luar dari atap bangunan dan melewati bagian badan pesawat drone untuk mengurangi risiko penyimpangan dan kecelakaan penerbangan.

Perusahaan konstruksi dan perusahaan lain bertujuan untuk penggunaan praktis pada musim gugur, karena drone dapat diharapkan untuk secara signifikan mengurangi biaya dan waktu kerja serta hasilnya lebih akurat. (Uli)

INDOLINEAR.TV