Di China Beli Rumah Bisa Memakai Buah Semangka, Bawang Putih

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 7 Juli 2022
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Sejumlah pengembang properti di China mengatakan mereka bersedia menerima hasil kebun sebagai uang muka pembelian rumah.

Di tengah lesunya penjualan rumah di China perusahaan pengembang beberapa bulan terakhir ini mau menerima pembayaran dengan hasil kebun seperti semangka, bawang putih, buah persik, untuk uang muka.

Dilansir dari laman Merdeka.com (06/07/2022), angka penjualan rumah di China anjlok dalam 11 bulan berturut-turut sementara pekan ini sebuah perusahaan pengembang besar terlilit utang.

Pekan lalu sebuah perusahaan properti di Kota Wuxi, sebelah timur China, membolehkan pembeli membayar dengan buah persik senilai 188.888 yuan atau Rp 422 juta sebagai uang muka pembelian rumah.

Pengembang lain di Nanjing mengatakan akan menerima 5.000 kilogram semangka dari petani. Nilai buah itu dihargai 100.000 yuan, beberapa kali lipat lebih tinggi dari pasar lokal.

Namun promosi yang direncanakan akan berlangsung sampai Jumat depan itu kemudian dihentikan, kata harian Global Times.

“Kami diminta menghapus semua poster promosi di media sosial,” kata harian itu mengutip perwakilan perusahaan tanpa merinci keterangan lebih jauh.

Mei lalu perusahaan properti Central China Management mengumumkan mereka mau menerima bawang putih sebagai uang muka pembelian rumah di daerah Qi, kawasan yang terkenal dengan hasil bawah putihnya.

“Kami membantu para petani dengan cinta dan membuat mereka lebih mudah untuk membeli rumah,” kata perusahaan itu dalam unggahan di WeChat.

Dengan kesepakatan itu, satu buah bawang putih atau seberat 500 gram dihargai sama dengan lima yuan atau tiga kali lebih tinggi dari harga pasar.

Perusahaan itu mengatakan sudah menerima 860.000 bawang putih untuk kesepakatan 30 rumah.

Tapi bulan lalu iklan promosi untuk gandum sebagai pembayaran sudah dihapus di WeChat. Perusahaan tersebut tidak menanggapi permintaan konfirmasi dari BBC.

Data Mei lalu memperlihatkan angka penjualan rumah tinggal di China anjlok sebanyak 41,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini terus turun selama 11 bulan terakhir. (Uli)

loading...