Dewan Pembina Golkar Meminta Kader Berperan Aktif Di Pemerintahan-Parlemen

FOTO: detik.com/indolinear.com
Senin, 2 Desember 2019

Indolinear.com, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Sharif Cicip Sutardjo meminta kader Golkar terus berperan aktif mengambil peran strategis di pemerintahan atau parlemen. Dia mengingatkan seluruh kader Golkar berperan merumuskan kebijakan ekonomi nasional melalui ide dan gagasan partai.

Hal itu dikatakan Cicip saat membuka pendidikan politik Partai Golkar Gelombang II di Merlynn Park Hotel, Jalan KH Hasyim Ashari, Petojo Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2019). Cicip menyampaikan itu di depan kader Golkar yang menjadi peserta pendidikan.

Awalnya Cicip menyoroti kondisi ekonomi Indonesia dari berbagai indikator. Dia menilai indeks pembangunan manusia (IPM) saat ini memang mengalami kenaikan serta angka kemiskinan dan angka pengangguran menurun. Namun dia meminta pemerintah, termasuk kader Golkar di parlemen dan pemerintah, tidak lengah akan keberhasilan itu.

“Namun tantangan ekonomi Indonesia ke depan tidak mudah dan sederhana. Saya mencatat beberapa peran perubahan, dan bahkan di tingkat global, perang dagang antara Amerika dan Tiongkok akan berlangsung lama dari perkiraan kita. Jadi ini bukan hanya masalah perdagangan, tetapi persaingan memperebutkan posisi ekonomi nomor satu di dunia,” kata Cicip, dilansir dari Detik.com (01/12/2019).

Dia pun meminta kader Golkar terus mengawasi kondisi ekonomi Indonesia. Cicip berpesan agar kader aktif dan mengambil peran strategis di pemerintah atau parlemen.

“Kita sebagai partai politik yang memiliki perjalanan panjang ikut terlibat merumuskan kebijakan ekonomi nasional, Partai Golkar harus terdepan dan berkontribusi, baik secara ide, pemikiran. Dan bahkan sejumlah kader terbaik Golkar secara aktif mengambil peran strategis, baik di pemerintahan maupun di parlemen,” ucapnya.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu juga menyarankan agar kader Golkar terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Dia juga meminta Partai Golkar bersikap kritis dan terus bersuara untuk kepentingan rakyat.

“Kader Golkar harus berani untuk terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat, melalui program-program sosial produktif seperti PKH dan program-program sejenisnya. Jangan hanya terpukau dengan agregat angka statistik di tingkat nasional. Kader Golkar harus berani melihat dan menyuarakan kondisi di lapangan, yang sudah baik harus dijaga baik, dan kurang baik arus diperjuangkan oleh kader Partai Golkar,” tegasnya. (Uli)

INDOLINEAR.TV