Dewan Dorong Penerapan Perda Diniyah

Sabtu, 27 Februari 2016
loading...

Indolinear.com, Tangsel - DPRD Kota Tangsel mendorong agar Peraturan Daerah (Perda) Diniyah yang telah disahkan pada tahun 2015 dapat berjalan efektif. Meskipun sudah disahkan tetapi peraturan tersebut belum dirasakan dan berjalan dengan baik.

Anggota Komisi 1 DPRD Kota tangsel Siti Chodijah mengatakan Perda Diniyah yang merupakan Perda inisiatif dari DPRD memang sudah disahkan pada tahun lalu, namun hingga kini belum berjalan. Untuk itu pihaknya akan berkordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui tindak lanjut dari peraturan tersebut.

“Kami akan mempertanyakan tindak lanjut aturan tersebut sudah sejauh mana,”ujarnya

Lanjutnya Perda Diniyah sendiri mengatur tentang bagaimana para siswa di Tangsel memahami pendidikan agama. Para siswa yang melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya diwajibkan untuk melampirkan sertifikat kelulusan pendidikan agama.Prakteknya sampai sat ini belum terlihat.

“Saya sendiri mengalaminya, anak saya masuk ke SMP tetapi tidak diwajibkan untuk melampirkannya,” ujarnya.

Disinggung mengenai kesejahteraan guru Diniyah dan guru Ngaji dalam hal ini insentif kepada mereka dijelaskan dalam Perda sudah diatur namun soal tersebut juga sudah diberikan oleh Pemkot sebelum aturan tersbut disahkan.

“Soal Insentif ada juga diatur dalam Perda Diniyah sebagai dasar hukum untuk mereka,” ucapnya

Sementara  Kasubag Bimas Islam Kemenag Kota Tangsel Abdul Rojak mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu pengesahan Peraturan Walikota setelah disahkannya Perda Diniyah. Perlu adanya dorongan DPRD Kota Tangsel untuk mempercepat Perwal tersebut.

“Tinggal disempurnakan oleh Perwal, perlu dorongan dari Dewan juga,” ungkapnya.

Lanjutnya Perda Diniyah memang mendukung program Pemkot Tangsel dalam hal bidang religius salah satunya sertifikasi kelulusan pendidikan agama sebagai syarat dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Selain itu Perda diniyah juga menganjurkan memberikan insentif para guru madrasah diniyah.

“Tinggal tunggu Perwal saat ini sedang penjabarannya. Kalau di Garut sebagai contoh para guru madrasah diniyah mendapatkan modal usaha untuk beternak domba,nah kalo Tangsel nanti disesuaikan saja,” pungkasnya. (sophie)