Desa Di Sragen Jawa Tengah ‘Pindah’ Ke Ngawi Jawa Timur

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 7 Desember 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pernah dengar sebuah desa berpindah lokasi secara alami? Jika belum, perlu diketahui bahwa kejadian tersebut benar-benar terjadi. Desa unik itu berada di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Saat ini kawasan setempat telah menjadi bagian dari Kabupaten Ngawi di Jawa Timur.

Fenomena langka tersebut rupanya menimpa 14 pemukiman warga di Dukuh Dadok, Desa Glonggong, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Dahulu lokasi tersebut dilanda sebuah banjir besar sehingga wilayah tersebut bergeser secara alami karena fenomena alam.

Lantas bagaimana kejadian tersebut bisa mengubah 14 rumah warga di Jawa Tengah menjadi berpindah lokasi ke Jawa Timur? Berikut informasi selengkapnya yang dilansir dari Merdeka.com (06/12/2020).

Akibat Pergeseran Aliran Sungai

Menurut asal-usul yang diceritakan di kanal Youtube Rizqy Berkah Cahnnel, ratusan tahun lalu lokasi itu dibatasi oleh sebuah sungai besar bernama Sungai Sawur. Sungai tersebut konon mengalir dengan membentuk pola letter S.

Namun saat bencana melanda, pola S tersebut berubah menjadi lurus, sehingga belasan rumah warga di Dukuh Dadok yang sebelumnya menempati di atas tanah sebelah Barat Sungai Sawur kini menjadi bagian dari wilayah Timur yang masuk wilayah Desa Tambakboyo, Mantingan Jawa Timur. Lantaran berubahnya garis aliran sungai sebagai batas wilayah.

“Jadi dahulu ratusan tahun lalu Sungai Sawur ini dilanda banjir besar menerobos lurus, yang semula sungai tersebut sebagai perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur atau Dadok dan Tambakboyo ini langsung menerobos ke utara langsung” papar Nardi, tokoh dari Desa Tambakboyo, Mantingan, Ngawi.

Mengikuti Kegiatan Sosial di Jawa Timur

Kendati ber KTP Kabupaten Sragen, Jawa Tengah masyarakat Gadok pun melakukan aktivitas sosial kemasyarakatannya di Desa Tambakboyo. Secara lokasi memang pemukiman tersebut sedikit jauh ke wilayah Jawa Tengah, sehingga banyak mengikuti kebiasaan dari masyarakat di Jawa Timur.

“Untuk kegiatan sosial seperti jagong, rewang hingga kematian ya ikut ke masyarakat Jawa Timur” terangnya.

Perpajakan hingga Membayar Listrik Tak di Jawa Tengah

Selain itu hal unik lainnya masyarakat di lokasi tersebut pun tidak membayar listrik di Jawa Tengah melainkan harus ke Jawa Timur karena masuk wilayah penerangan kawasan Mantingan Ngawi. Termasuk perpajakan yang menurutnya tidak masuk wilayah pembayaran Jawa Tengah.

“Jadi sekarang walaupun geografisnya Jawa Tengah, namun perpajakan hingga listrik PLN ikut Jawa Timur kurang lebih ya tiga hektar” paparnya

Sejak 2014 silam Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Tengah membangun sebuah jembatan yang membentang di atas sungai Sawur. Hal itu sebagai upaya mempermudah jalur mobilitas antar perbatasan di ke dua wilayah perbatasan termasuk akses ke dukuh sekitar yakni Dukuh Kepohan, dan Dukuh Persar. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: