Dengonban, Papan Pesan Stasiun Kereta Api Di Jepang Dihidupkan Kembali

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 1 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT REPRODUKSI. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Tokyo – Papan pesan yang biasanya dari papan tulis kuno latar belakang hitam dan bisa dicorat coret dengan kapur, belakangan dihidupkan kembali oleh beberapa stasiun kereta api di Jepang, salah satunya di Stasiun Higashi Kanagawa.

Papan pesan yang biasa disebut Dengonban (dalam bahasa Jepang) itu sudah ada sejak tahun 1903, disimpan stasiun kereta api sekitar tahun 2000, tak terlihat lagi.

“Kita baru keluarkan dengonban itu minggu lalu untuk pesan para pengguna kereta api,” kata Tanaka, seorang petugas stasiun kereta api Higashi Kanagawa, dilansir dari Tribunnews.com (31/05/2020).

Pesan-pesan yang tertulis beraneka ragam termasuk bahasa Inggris yang menuliskan slogan “Never Give Up” menghadapi pandemi Corona ini.

Di pintu masuk stasiun itu juga disediakan disinfektan bagi para penumpang untuk membersihkan tangannya masing-masing.

Selain itu pesan lain juga menantikan kedatangan temannya si XXX, “Kalau habis Corona, kita makan-makan ya”, pesan lainnya “Slow life” ditulis dalam bahasa Jepang.

Ada pula pesan “Saya ingin cepat-cepat jalan-jalan nih”. Juga janji jam sekian saya tunggu di XXX, dan beraneka ragam pesan bebas dituliskan di sana.

“Tentu saja kalau sudah lama sekali atau isi pesan atau tulisan ngawur ya kita hapus dari dengonban tersebut. Jadi kita monitor terus,” tambahnya.

Bulan Agustus 1903 (Meiji 36) dilaporkan koran Yomiuri bahwa papan pesan dipasang di empat stasiun Kereta Api Hokuetsu.

Tahun 1904 (Meiji 37), Stasiun Tokaido Line Shimbashi dan delapan stasiun kereta api lain dipasang pula Dengonban.

Namun dikenal banyak orang penggunaan pertama dari papan pesan adalah di tahun 1906 (Meiji 39) dipasang oleh Tobu Railway, dan setelah Perang Dunia II JNR (Japan National Railways) mulai menggunakan nama Dengonban.

Dengonban digunakan sebagai kontak untuk pertemuan pribadi, tetapi ada sejumlah stasiun dihapus sekitar 1996.

Pencabutan Dengonban karena ada titik penurunan permintaan karena penyebaran ponsel, dan seringnya aksi corat-coret. Akibatnya Dengonban dihapus.

Alasan pencabutan lain, ada pandangan (Divisi Hubungan Masyarakat Kantor Pusat JR East Tokyo) bahwa itu akan menghambat lalu lintas selama jam perjalanan.

Pada tahun 2007, di pintu ke luar selatan Stasiun Shimokitazawa, “Papan Pesan Simo Kita” ditempatkan oleh NPO untuk menghubungkan orang-orang di sekitar Shimokitazawa.

Pada 2010, dari 78 stasiun di bawah yurisdiksi Cabang JR East Tokyo (sebelumnya Markas Regional JR East Tokyo), hanya dua stasiun, Stasiun Asagaya dan Stasiun Kita-Kashiwa, yang tersisa dengan papan pesan.

Pada 2019, Dengonban di kedua stasiun tersebut telah dihapus.

Pada April 2019, Shin-Keisei Electric Railway saat ini memiliki 18 dengonban dari 24 stasiun.

Juga, kereta bawah tanah Tokyo (Tokyo Metro) hanya masih ada di tiga stasiun, yaitu Stasiun Hatchobori, Stasiun Tsukiji, dan Stasiun Ayase, yang belum direnovasi.

Namun, seperti Stasiun Nagao (JR West), ada juga kasus di mana instalasi dimulai lagi pada 2010-an.

Dan kini muncul lagi Dengonban di Stasiun JR Higashi Kanagawa sejak sekitar 20 Mei 2020. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: