Demo Mahasiswa Di Bangkok Tahun 1973 Berakhir Ricuh

Sabtu, 6 Februari 2016
loading...

Indolinear.com, Bangkok – Kericuhan terjadi dalam demonstrasi mahasiswa di Thailand pada 14 Oktober 1973. Demonstrasi dilakukan mahasiswa untuk menuntut pembebasan bagi 13 rekan mereka yang ditahan dengan tuduhan ingin menggulingkan pemerintah.

Aksi demonstrasi sudah berlangsung semenjak 1968 dan mencapai puncaknya pada 1973. Pada Juni 1973 sembilan mahasiswa dikeluarkan karena mengkritik pemerintah secara terbuka. Ribuan mahasiswa pun melakukan aksi protes di Monumen Demokrasi.

Pada 13 Oktober, 13 orang yang ditahan akhirnya dibebaskan oleh polisi. Pemimpin demonstrasi, Seksan Prasertkul, meminta massa menghentikan pawai setelah mendapat jaminan dari Raja Bhumibol untuk menerapkan demokrasi.

Namun, ketika massa akan membubarkan diri pada 14 Oktober, mereka tertahan akibat blokade polisi. Kewalahan karena banyaknya massa, polisi pada akhirnya melepas beberapa tembakan dan gas air mata. Tentara juga diturunkan untuk menghalau massa.

Para demonstran merespons dengan menempatkan bus-bus dan pemadam kebakaran sebagai tameng mereka untuk menghalau polisi dan tentara. Raja Bhumibol pada akhirnya membuka pintu Istana Chitralada untuk mengevakuasi mahasiswa yang terkena tembakan polisi. Meskipun diperintah oleh Perdana Menteri Thanom Kittikachorn untuk menghalau massa, tentara menarik diri.

Raja mengutuk keras ketidakmampuan pemerintah mengendalikan massa. Akibatnya, Perdana Menteri dicopot oleh Raja dari posisinya. Raja pun akhirnya muncul dalam siaran televisi untuk menenangkan rakyatnya dan menunjuk Perdana Menteri baru. (uli)

 

Sumber: Okezone.com