Demi Olimpiade Tokyo 2020, Jonatan Christie Rehat dari Aktivitas Medsos

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Sabtu, 11 Januari 2020

Indolinear.com, Jakarta – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mengindikasikan keseriusannya untuk lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Dia tak ragu memasang target rehat sejenak dari media sosial.

Jonatan Christie kerap menggunakan Instagram sebagai platform untuk berbagi dengan para penggemarnya. Akun Instagram jonatanchristieofficial miliknya kini sudah memiliki 1,9 juta followers dengan 187 unggahan foto dan video.

Meski menikmati interaksi dengan para penggemar di dunia maya, Jonatan Christie punya sebuah rencana. Dia berniat hiatus atau rehat sejenak dari media sosial jelang Olimpiade Tokyo 2020.

“Saya sudah ada rencana untuk tidak menengok media sosial. Setidaknya untuk Olimpiade,” kata Jonatan, dilansir dari Kompas.com (10/01/2020).

Namun, dia menegaskan takkan menonaktifkan sepenuhnya akun Instagram miliknya.

“Akun Instagram-nya tidak akan dihapus sih. Cuma memang tidak akan ditengok. Soal kapannya, kita lihat nanti,” tuturnya melanjutkan.

“Soalnya agak sayang juga kan kalau dihapus, jumlah followers saya lumayan,” ujar dia sambil tertawa.

Jonatan saat ini menduduki peringkat keenam dunia daftar pebulu tangkis dunia.

Dia pun tak menampik bahwa publik dan warganet punya ekspekstasi padanya, termasuk untuk lolos dan tampil baik pada Olimpiade 2020. Namun, pemain berusia 22 tahun tersebut tak mau terbebani oleh turnamen tersebut.

“Saya berharap bisa lolos ke Olimpiade 2020 dulu, tetapi juga tidak lantas berpikir soal juara. Jangan sampai saya sudah lolos lalu cedera, kan kacau juga,” kata Jonatan.

Prioritas Jonatan saat ini pun mempersiapkan kondisi terbaiknya.

“Yang terpenting sekarang saya tidak cedera dan lolos,” tuturnya melanjutkan.

Peraih medali emas Asian Games 2018 itu juga menilai dirinya takkan terlalu terbebani jika berhasil lolos ke pesta olahraga sejagat tersebut. Jonatan membandingkan situasinya dengan pemain nomor satu dunia, Kento Momota, yang juga pemain andalan Jepang alias tuan rumah Olimpiade 2020.

“Kalau melihat ranking, pasti Kento Momota sangat diunggulkan karena dia jarang kalah dan main di publik sendiri. Tekanan mungkin akan lebih besar ke dia,” ucap Jonatan.

“Berbeda saat saya juara Asian Games 2018. Saya mungkin wakil tuan rumah, tetapi saya bukan pemain unggulan. Karena itulah, tekanan untuk saya juga tidak berat,” kata dia.

Situasi pada Asian Games 2018 tersebut diharapkan Jonatan terulang pada Olimpiade nanti saat dia lolos.

“Kalau saya lolos pun saya tanpa beban saja dan semaksimal mungkin, tetapi tetap harus memperbaiki yang masih kurang di sesi latihan,” ujar Jonatan.

“Mungkin ada 3-4 pemain yang permainannya tidak cocok dengan saya, saya harus bisa mengatasi mereka. Kalaupun besok-besok saya kalah dari mereka, ya tidak apa-apa, tetapi jangan sampai terjadi kalau saya lolos ke Olimpiade,” katanya.

Perjalanan Jonatan Christie pada 2020 akan dimulai pada Malaysia Masters di Axiata Arena, Kuala Lumpur, 7-12 Januari. Dia lalu akan bertanding pada Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, sepekan selanjutnya. (Uli)

INDOLINEAR.TV