Demi Mencegah Banjir, Warga Minta Pemkab Bekasi Bereskan Sampah Kali Jambe

FOTO: detik.com/indolinear.com
Sabtu, 23 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Warga meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi membereskan masalah sampah yang menyumbat Kali Jambe di belakang Rest Area KM 19 Tol Jakarta-Cikampek. Mereka khawatir rumahnya kebanjiran.

Tumpukan sampah yang menyumbang Kali Jambe ada di Kampung Jatimulya, RT 07/08, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi.

“Jadi Kali Jambe ini sudah menjadi sorotan baik di Kota dan Kabupaten juga, ya memang untuk di Kota juga penanggulangannya agak susah, mungkin salah satu caranya mungkin ya dilakukan pelebaran. Itu jadi untuk pembersihan dan segala macamnya itu rumah warga yang disana jangan ada disitu juga,” kata Ketua RT 07/08 Kelurahan Jatimulya, Muhammad Arief, di rumahnya, dilansir dari Detik.com (22/10/2021).

Apalagi menurutnya, kali yang berada disana juga tidak terlalu jauh dari pemukiman warga. Ditambah, ia meyakini bahwa terdapat beberapa warga yang masih membuang sampah di kali tersebut.

“Kita mau melebarkan juga susah, pihak Kabupaten juga mau melebarkan juga kesulitan disana ada kali diatasnya, kalau mau dilebarkan nanti apa nggak menjadi masalah baru? Mau dibuat jaring atau dibatasi juga itu bukan menjadi solusi,” terangnya.

Pihaknya pun terus melakukan koordinasi dengan pihak Kabupaten dan Kecamatan setempat untuk menyelesaikan permasalahan Kali Jambe tersebut.

“Harapan kami, ini segera dibereskan. Kami khawatir Kali Jambe akan meluap dan warga di sini kebanjiran. Tolong segera dirapihkan dan sampahnya diangkut, khususnya yang di bawah Tol Jakarta Cikampek ini,” kata Muhammad Arief.

Salah satu warga bernama Dedi Heriyadi mengatakan bahwa dirinya sudah sejak lama meminta agar Pemkab Bekasi turun tangan dalam membersihkan sampah tersebut.

“Ini sampah disini sudah sering dibersihkan, akan tetapi begitu hujan turun lagi maka sampahnya numpuk lagi. Karena kan air disini berasal dari kiriman yang berasal dari perumahan dan pasar,” kata Dedi Heriyadi.

Ia pun mengatakan bahwa efek dari penyumbatan sampah tersebut berdampak langsung kepada warga sekitar, hal ini dikarenakan ketika air mulai meninggi, maka aliran air yang tersumbat akan masuk ke pemukiman warga.

“Waktu itu beberapa waktu lalu sempat hujan besar, dan air mulai tuh naik, jadi sempat kena banjir juga selutut lah, dan itu kan tanah merah semua yang keluar dari sana,” kata Dedi Heriyadi.

Bila solusi atas permasalahan ini adalah pelebaran sungai, dia tidak ingin kampungnya kena gusur.

Dayok mengutarakan hal yang sama dengan Dedi, menurutnya hambatan Kali jambe tersebut sudah sejak lama terjadi dan seakan-akan di biarkan begitu saja.

“Iya ini sudah sering terjadi, akan tetapi tidak ada solusi konkret dari pemerintah setempat untuk membersihkan kali tersebut,” terangnya.

Dayok-pun mengatakan pembersihan sering dilakukan hampir sepekan sekali, akan tetapi menurutnya hal tersebut tidak akan terselesaikan tanpa ada niatan serius dari pemerintah setempat.

“Karena setelah dibersihkan, muncul lagi dan terus saja begitu. Kalau tidak ada solusi yang jelas, ini bisa saja menjadi ‘bom waktu’ untuk kita, tinggal nunggu waktunya saja,” katanya. (Uli)