Delapan Tragedi Maut Yang Disebabkan Oleh Papan Setan Ouija

liputan6com/indolinear.com
Kamis, 16 November 2017
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Permainan Ouija memang mengundang rasa penasaran dan terasa mistis. Meski demikian, papan pemanggil arwah itu dianggap menghibur sejak pertama kali diciptakan.

Papan permainan pemanggil arwah itu telah ada dalam berbagai bentuk sejak sekitar tahun 1100 M di China. Bentuk komersialnya baru muncul pada 1890.

Di AS, papan arwah ini menjadi populer berkat tiga bersaudara Fox dari New York. Mereka menjadi selebritas yang mengklaim bahwa para perempuan kakak beradik itu menerima pesan dari para arwah. Di Abad ke-19, apapun yang berbau spiritualism meningkat.

Papan Ouija adalah permainan papan datar bertuliskan 26 huruf alfabet, lalu angka 0 – 9, dan beberapa kata singkat “ya” dan “tidak”.

Para pemain menempelkan jari pada alat penunjuk, mengajukan pertanyaan, dan kemudian “dibimbing” oleh “arwah” atau “roh” yang mengeja jawaban atas pertanyaan tersebut.

Sekarang ini, papan permainan Ouija bisa ditemukan di toko-toko biasa yang tidak berkesan angker. Para ilmuwan pun menyebutnya sebagai dampak ideomotor, yaitu ketika seseorang melakukan gerakan tanpa sadar. Pihak agama memandangnya sebagai tenung yang berbahaya.

Walaupun begitu, seperti dikutip dari Liputan6.com (15/11/2017), ada saja segelintir orang dalam masyarakat yang sangat terlarut dalam permainan sehingga bahkan mempersalahkan Ouija untuk beberapa tindak pidana yang terjadi seperti berikut ini:

  1. Diperintah Setan

Pada 2007, seorang pria bernama Joshua Tucker membunuh seorang teman bernama Donald dan ibu serta saudara perempuan temannya tersebut. Namun demikian, ibunya menganggap putranya sebagai seorang korban, bukan pelaku.

Menurut ibunya, sebelum menggorok Elizabeth Schalchin (13) dan menikam Ellen Schalchlin (41) sebanyak 90 kali, Tucker telah main Ouija selama 45 menit. Tersangka dan Donald menjadi teman karena sama-sama tertarik dengan satanisme, yaitu pemujaan setan. Papan permainan Ouija itu sendiri baru dibeli Donald sehari sebelum kejadian.

Pada hari kejadian pembunuhan, mereka mempertanyakan keinginan menjadi pembunuh berantai. Sambil bermain, mereka juga menenggak aklohol dan sirup obat batuk. Ketika bertanya tentang korban pertama pembunuhan mereka, jawabannya adalah “ibu”.

Donald memang tidak ikut serta dalam pembunuhan tapi ia membantu membersihkan tempa kejadian. Ibunya bahkan sempat menekan nomor bantuan darurat 911 saat sedang diserang.

  1. Remaja Pemuja Setan

Pada 1987, dua orang remaja perempuan yang tampak lugu, Bunny Dixon (16) dan Elizabeth Towne (18) diberi tumpangan di Orlando oleh seorang mahasiswa pertukaran pelajar dari Vietnam bernama Ngoc Van Dang.

Tapi, ketika mobil berhenti, para kekasih mereka keluar dari persembunyian di semak-semak dan menodongkan senjata. Mahasiswa itu dirampok dan dipaksa masuk dalam bagasi mobil, lalu dibawa ke kawasan sunyi. Di sana, mahasiswa itu diukirkan salib terbalik di dadanya dan ditembak 7 kali hingga meninggal sebagai sesajian kepada setan.

Para remaja itu ketahuan dan diringkus beberapa hari kemudian. Mereka menjelaskan kepada polisi bahwa semua itu adalah kemauan “seorang anak berusia 10 tahun bernama David” yang menghubungi mereka melalui papan Ouija. Mereka mengaku diperintahkan unutk mencuri mobil, merampok seseorang dan pergi meninggalkan Florida untuk ikut karnaval di Virginia.

  1. Kejahatan Lintas Usia

Ketika seorang ibu dan anak sedang bermain Ouija pada 1933, Dorothea Irena Turley yang menggerakan perangkat petunjuk memerintahkan putrinya, Mattie, yang berusia 15 tahun untuk “menembak ayah setelah selesai memerah susu.”

Dorothea bahkan menceritakan kepada putrinya bahwa ia ingin menikahi seorang koboi tampan dan menyingkirkan suaminya, Ernest, dengan cara yang mudah.

Untuk memastikan langkah tersebut, mereka bahkan mencari kepastian dari papan Ouija dan seperangkat kartu. Mattie kemudian menembak ayahnya dengan shotgun sehingga korban kemudian meninggal di rumah sakit karena lukanya.

Menurut Mattie, ia melakukannya karena “papan itu tidak bisa dilawan” dan kemudian menjalani pengasuhan oleh negara bagian selama 3 tahun hingga akhirnya mendapat pengampunan

  1. Kesurupan

Seorang pria bernama Gary Gilmore menjadi terkenal karena meminta dihukum mati karena kejahatannya, termasuk pembunuhan 2 pria di Utah pada 1976. Ia akhirnya dihukum tembak mati setahun sesudah permintaannya.

Tapi kisahnya terus hidup dalam buku “Shot in the Heart” yang ditulis oleh adiknya, Mikal Gilmore. Dalam buku itu dikisahkan bahwa ibu mereka percaya ada roh setan menguntit keluarga mereka dan mempersalahkan roh jahat itu atas kematian saudara perempuannya dan kelumpuhan seorang saudara perempuan lain. Si ibu menyebut keberadaaan roh jahat itu setelah bermain Ouija sewaktu masih kecil.

Si Ibu pada akhirnya menganggap roh jahat itu telah merasuk dalam jiwa putranya, Gary, setelah anak tersebut mulai mendapat mimpi-mimpi buruk bahwa ia sedang dipenggal.

Saat yang sama, ibunya mengaku melihat ada setan berdiri di atas putranya yang sedang tidur di ranjang. Ibu itu mengaku melihat lagi setan itu sesaat sebelum Gary mulai bermasalah. Akhirnya, setan yang dipanggil melalui papan Ouija itulah yang dipersalahkan oleh si Ibu.

  1. Kisruh Satu Kota

Pada Maret 1920, seluruh warga El Cerrito, California, mengalami histeria massal karena permainan Ouija. Semua dimulai oleh ulah 7 orang yang bermain dan kemudian bertindak “gila” hingga akhirnya diringkus petugas.

Tapi, beberapa hari sesudahnya, kegilaan itu seakan menular. Semakin banyak orang bertindak tidak waras, bahkan beberapa orang polisi pun turut serta.

Salah satu polisi membuka seragamnya dan lari masuk ke sebuah bank sambil menjerit. Seorang remaja putri berkeliaran telanjang karena merasa bisa berkomunikasi sangat jelas dengan roh-roh.

Beberapa pakar kesehatan jiwa diminta bantuan memeriksa 1200 warga dan disimpulkan bahwa kota itu mengalami sejenis histeria menyebar. Pemerintah kota pun kemudian melarang penjualan ataupun kepemilikan papan Ouija dalam batas-batas kota.

  1. Keputusan Juri Pengadilan Berdasarkan Ouija

Ketika diminta membantu dalam kasus pembunuhan dengan terdakwa Stephen Young, penilaian suatu tim juri dalam pengadilan harus dibatalkan karena tim juri ketahuan menggunakan permainan Oujia dalam memberikan penilaian hukum.

Pada 1993, Young disangkakan dengan pembunuhan berganda atas pasangan pengantin baru Harry dan Nicola Fuller. Young didakwa dengan hukuman penjara seumur hidup.

Dalam proses pengadilan, para juri diberi kamar terpencil di sebuah hotel. Suatu malam, setelah minum-minum, empat anggota tim menyelinap ke suatu kamar lain dan bermain Ouija dengan papan buatan sendiri.

Mereka mencoba berkomunikasi dengan arwah para korban, lalu mendapatkan petunjuk melalui kata “Harry” dan “nyatakan bersalah besok.” Empat orang itu kemudian membujuk para anggota juri lainnya saat sarapan dan semua setuju bahwa Young memang bersalah. Tapi mereka kemudian ketahuan dan peradilan diulang, walaupun Young memang kedapatan bersalah.

  1. Tentara Kabur

Ketika ditempatkan di Augsburg, Jerman Barat, pada 1989, ada 6 perwira intelijan Angkatan Darat AS yang mulai eksperimen dengan hal-hal supernatural. Padahal, mereka semua tersaring untuk akses hal-hal sangat rahasia dalam tugas.

Mereka menghubungi sejumlah roh yang ditengarai memprediksi beberapa gempa bumi dan peperanga. Pada musim semi 1990, papan Ouija mulai menceritakan kepada meraka bahwa “pengangkatan” sudah menjelang sehingga mereka harus “pergi.”

Musim panas pada tahun yang sama, mereka melakukan penerbangan dari Munich ke Atlanta, lalu raib tanpa ijin. Ternyata mereka menuju Gulf Breeze, Florida, yaitu suatu tempat yang terkenal dengan beberapa penampakan UFO.

Mereka bermaksud bertemu dengan teman yang adalah seorang cenayang, tapi mereka kemudian ditangkap karena desersi selama 5 hari. Semuanya dipecah dan mendapat penangguhan setengah bulan gaji.

  1. Rusuh Penjara

Dalam suatu kejadian di penjara California pada 2000, sekelompok narapidana yang semuanya menjadi anggota beberapa geng, berkumpul untuk membuat sendiri papan permainan Ouija. Mereka sangat kaget dengan hasil permainan hingga ketakutan sendiri.

Tiga narapidana mulai berdoa kepada setan dan merasa mereka sedang kerasukan. Kehebohan pun menyebar hingga 3 hari kemudian. Selama itu, orang-orang menjerit-jeti, menangis, dan melolong-lolong. Beberapa di antaranya bahkan mengaku teman dan kerabat yang sudah meninggal.

Suasana semakin kacau dan guncang, banyak narapidana yang merasa kerasukan. Pihak berwenang kemudian memanggil beberapa pendeta yang kemudian memberkati 29 narapidana dengan memercikan air suci.

Pihak berwenang penjara melakukan wawancara dan menyimpulkan bahwa para narapida tidak mereka-reka ketakutan mereka. Orang-orang itu benar-benar yakin bahwa mereka telah kesurupan. (Uli)