Delapan Suara Ini Punya Arti yang Perlu Diketahui Penyuka Kucing

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 19 Januari 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Kucing adalah makhluk hidup, dan pasti juga berkomunikasi dengan caranya sendiri. Mengeong, berceloteh tidak jelas, mengeong lagi, dan mendengkur, ternyata bukan hanya omong kosong dari seekor kucing. Mereka melakukan itu untuk berkomunikasi dengan lawan bicaranya, baik sesama kucing maupun dengan manusia.

Dikutip dari Liputan6.com (17/01/2020) jika dilihat dengar gerak-geriknya, memperhatikan apa yang ia mau, manusia bisa memahami apa yang sebenarnya para kucing minta. Hal seperti ini bisa menambahkan keuntungan untuk hubungan antara kucing dan pemiliknya.

Saat melihat seekor burung, kucing biasa bersuara dengan celotehan-celotehan aneh seperti berkicau yang mungkin jarang terdengar pada kucing, mungkin itu juga berarti mereka ingin memburu burung tersebut. Selain terkenal karena suara meong, mendengkur, atau menggeram, kucing bisa bersuara lebih variatif lagi tergantung pesan apa yang ingin mereka sampaikan.

Beberapa mencerminkan senang atau nyaman, sementara yang lain mengungkapkan kekhawatiran, ketakutan, atau bahkan kemarahan. Namun, semua mengindikasikan kondisi pikiran emosional seekor kucing.

  1. Meong

‘Meong’ dari kucing bisa banyak berarti, biasanya hanya untuk ucapan “Selamat Datang” dan “Aku Lapar”. Namun, untuk kucing yang berumur tua, jika ‘meong’nya bernada panjang bisa saja karena ia merasakan kesedihan, khawatir, atau keberatan terhadap sesuatu.

  1. Meracau

Biasanya kucing bersuara seperti mengetuk-ngetukkan giginya saat melihat ke luar rumah, seperti saat mereka melihat burung, atau tupai. Kucing meracau seperti itu terjadi saat indikatornya sebagai pemangsa sedang naik namun dia stres karena tidak dapat memburu mangsanya.

  1. Mendesis

Mendesis memang identik dengan ular, namun kucing juga bisa mendesis dan suaranya mirip dengan steak yang sedang di panggang. Biasanya kucing mendesis dibarengi dengan kupingnya mengarah ke belakang yang berarti merasa terancam dan siap melawan jika diperlukan.

  1. Auman

Auman atau biasa disebut dengan Caterwaul, biasanya dilakukan para kucing jika sedang dalam masa birahi atau musim kawin kucing. Teriakan ini terdengar seperti ‘Ahh-roo-ung’ saat memanggil pasangannya untuk kawin.

  1. Berteriak

Teriakan kucing bisa diartikan sebagai dua hal, yaitu saat kucing betina merasa kesakitan disaat ia sedang kawin, serta saat kucing jantan dan jantan lainnya berkelahi untuk mempertaruhkan teritorial mereka.

  1. Menggeram

Geraman kucing biasanya satu paket dengan desisannya saat merasa terancam dan ketakutan. Tidak hanya kucing rumahan, semua jenis kucing termasuk singa dan harimau juga melakukan geraman, ini diartikan mereka akan segera menyerang jika tidak ditinggalkan.

  1. Mendengkur

Biasanya saat seseorang membelai kucing, mereka akan mendengkur keras tanda mereka senang dan nyaman. Namun, mendengkur juga bisa diartikan saat mereka sedang khawatirjika diringi dengan telinga yang mengarah ke belakang dan tubuhnya tampak tegang.

  1. Meraung

Aungan kucing bisa diartikan sebagai dua hal, yang pertama adalah keingannya untuk mencari pasangan dan ingin kawin. Tapi, biasanya juga raungan yang berarti mereka merasa bahwa teritori mereka terancam. Namun, jika kucing sering meraung dan tidak berhenti bisa memungkinkan tanda-tanda ia kesakitan. (Uli)

INDOLINEAR.TV