Delapan Perempuan Cerdas Yang Berjasa Besar Pada Masa Rasulullah

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Selasa, 26 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kata siapa peran perempuan di Islam dikecilkan? Banyak perempuan cerdas yang terekam sejarah karena jasa-jasanya pada zaman Rasulullah. Mereka dianggap sebagai perempuan yang berpengaruh dan memberikan ‘sumbangan’ besar bagi perkembangan Islam.

Seperti dilansir dari Merdeka.com (24/10/2021), berikut ini beberapa perempuan cerdas dan berjasa besar di zaman Rasulullah. Simak kiprah dan kontribusi mereka.

  1. Fatima binti Abdur-Rehman

Kontribusi kaum perempuan dalam pelestarian hadis ternyata sangat besar. Sebagian besar penyusun hadis penting dari periode awal menerima banyak masukan dari sejumlah guru perempuan sebagai otoritas langsung. Ibn Hajar belajar dari 53 wanita. As-Sakhawi memiliki ijazah dari 68 wanita, sementara As-Suyuti belajar dari 33 wanita, seperempat dari jumlah shuyukh-nya.

Pada abad keempat, ada Fatima binti Abdur-Rehman yang dikenal sebagai as-sufiyyah karena kesalehannya yang besar. Fatima adalah perempuan terpelajar yang majelisnya selalu padat hadirin. Dia merupakan cucu dari ahli hukum terkemuka al-Muhamili, Umm al-Fath Amat As-Salam dan putri dari Abu Bakar Ahmad, seorang hakim terkemuka.

  1. Khadijah binti Khuwailid

Jika bicara tentang perempuan cerdas dan berjasa besar pada masa Rasulullah, nama Khadijah binti Khuwailid tentu tak luput disebut. Khadijah adalah istri Nabi Muhammad SAW, dikenal sebagai pengusaha sukses, perempuan berpendidikan, dan istri saleh yang selalu mendukung suaminya dalam berdakwah.

Khadijah juga dikenal sebagai perempuan yang berpikiran maju. Dia suka berinovasi dalam berbisnis, tapi tak pernah meninggalkan kejujuran dalam berniaga. Perbuatan-perbuatannya dituliskan dalam banyak risalah dan menjadi teladan dalam berperilaku bagi muslimah.

  1. Fathima binti al-Hasan

Fathima binti al-Hasan ibn Ali Ad-Daqqaq al-Qushayri adalah seorang ulama hadis. Dia diperkirakan hidup pada abad kelima dan keenam.

Perempuan ini terkenal karena kesalehan dan penguasaan kaligrafinya. Selain itu, dia juga memiliki pengetahuan yang besar atas hadis dan isnad.

  1. Fatimah binti Muhammad

Fatimah adalah anak perempuan dari Nabi Muhammad SAW dan Khadijah. Perempuan satu ini dikenal berkat sifat lemah lembut dan kecerdasan yang dimilikinya.

Fatimah juga dikenal sebagai shahdah, Sang Penulis dan menerima gelar kehormatan dari Musnida Asfahan. Fatimah mendirikan sebuah pondok sufi dan memberikan ceramah tentang Sahih al-Bukhari yang dihadiri banyak pelajar.

  1. Amra binti Abdurrehaman

Amra binti Abdurrehaman adalah salah satu ulama besar abad kedelapan yang dikenal sebagai seorang ahli hukum, mufti, dan ulama hadis. Selama masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, dia dianggap sebagai otoritas penting terkait hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah, istri Rasulullah.

Amra binti Abdurrehaman memiliki cukup banyak murid. Salah satunya adalah Abu Bakar bin Hazim, hakim terkenal Madinah yang diperintahkan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz untuk menyusun hadis.

  1. Aisyah

Aisyah RA merupakan istri Rasulullah yang dijuluki ummul mukminin atau ibunya orang-orang mukmin. Perempuan yang sangat dicintai Rasulullah ini adalah putri dari khalifah pertama, Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Aisyah dikenal cerdas dan berpengaruh dalam politik. Abu Amr bin Abdul Barr pernah menyebutkan bahwa dia merupakan satu-satunya perempuan yang menguasai tiga keilmuan pada masanya, yaitu ilmu fikih, kedokteran, dan syair.

  1. Al Shifa binti Abdulla al-Quraishiyya al-Adawiyah

Al Shifa binti Abdulla al-Quraishiyya al-Adawiyah adalah salah satu wanita bijak pada zaman Rasulullah. Nama aslinya Layla, tetapi dia menerima gelar al-shifa yang berarti ‘penyembuhan’.

Perempuan satu ini terlibat dalam administrasi publik. Dia juga terampil dalam ilmu kedokteran.

  1. Nusayba binti Ka’ab al-Mazneya

Terakhir, ada Nusayba binti Ka’ab al-Mazneya yang dikenal sebagai dokter berjasa besar dalam Perang Uhud. Dia menawarkan layanan medisnya dengan meminta izin Rasulullah untuk pergi ke medan perang.

Dia juga menjadi relawan di Perang Badar, Perang Khaibar, Perang Hunain, dan Perang Yamamah dengan merawat mereka yang terluka serta menyediakan air minum.

Itulah beberapa perempuan cerdas dengan jasa besar di zaman Rasulullah. (Uli)

loading...