Delapan Makanan Khas Indonesia yang Jadi Bekal Saat Haji

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 10 Juli 2019

Indolinear.com, Jakarta – Melaksanakan ibadah haji tentu membutuhkan persiapan khusus.

Tak terkecuali persiapan bekal makanan.

Meski mendapat jatah makanan yang cukup dalam pelaksanaan ibadah haji selama masa tinggal di Arab Saudi, para jemaah haji biasanya tetap membawa bekal makanan.

Para jemaah haji biasa membawa bekal makanan khas daerah masing-masing, atau makanan khas Indonesia.

Ini bertujuan untuk mengobati kerinduan jemaah haji dengan makanan yang sudah akrab di lidahnya.

Mengutip dari laman Tribunnews.com (09/07/2019), Ada beberapa jenis makanan yang kerap dijadikan bekal makanan ibadah haji.

  1. Sambal teri

Sambal teri merupakan satu di antara jenis bekal makanan yang dibawa para jemaah calon haji Indonesia.

Calon haji asal Sragen di Asrama Haji Donohudan, Boyolali bernama Tobaroni mengatakan, dirinya bersama satu regu kompak membawa sambal teri.

“Iya pada mau membawa sambel teri tadi yang buat ibu-ibu nanti mau dibawa ke Tanah Suci, lidahnya kalau tidak ada sambel ada yang kurang,” kaya Tobaroni.

Menurut Tobaroni tidak ada aturan yang melarang untuk membawa makanan dari Indonesia.

“Nanti kalau kita kangen masakan Indonesia seperti sambal ini bisa teratasi kangennya,” tutur Tobaroni.

“Untuk lauk makan di sana,” tambah Tobaroni sambil tersenyum.

Selain makanan Tobaroni juga menyiapkan fisiknya untuk berangkat ke tanah suci agar siap mengikuti setiap tahapan.

Parman (60) warga Desa Pengkok, Kecamatan Dawung, Sragen juga mengatakan hal yang sama.

Rombongan ibu-ibu dari regunya yang membuat sambel dan akan membawa ke tanah suci.

“Kalau bapak-bapak hanya manut saja,” kata Parman sambil tersenyum.

Menurut Parman hal tersebut tidak menjadi masalah lantaran sambel teri adalah makanan

Khas Indonesia.

  1. Rendang.

Rendang, khususnya rendang daging kering atau rendang kemasan menjadi satu di antara makanan andalan untuk bekal ibadah haji ke Tanah Suci.

Rendang daging kering atau rendang kemasan jadi kebiasaan bekal makanan ibadah haji bagi para orangtua sejak zaman dahulu.

Uniknya, rendang ini bisa dikombinasikan dengan makanan lainnya, tidak harus nasi.

  1. Pangek

Pangek merupakan makanan khas Minang dengan citarasa gurih dan berbahan ikan, daun kunyit, cabai, dan batang kemiri.

Pada zaman dahulu pangek sering dibawa oleh masyarakat Minang yang hendak menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah.

Sebab, pangek bersifat tahan lama.

Namun, pangek juga menjadi salah satu hidangan wajib saat pelaksanaan acara perkawinan, acara adat, atau acara keagamaan.

  1. Abon

Abon adalah jenis makanan yang tahan lama dan cocok dibawa sebagai bekal makanan untuk ibadah haji di Arab Saudi.

Ada beberapa jenis abon yang dapat dibawa, seperti abon daging sapi, abon ayam, maupun abon ikan.

  1. Kering tempe

Tempe merupakan makanan yang tidak bisa ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia.

Alternatif olahan tempe yang sering dibawa untuk bekal ibadah haji di Arab Saudi adalah kering tempe.

Dengan citarasa yang gurih, manis dan pedas serta cukup tahan lama, kering tempe menjadi alternatif lauk yang tepat sebagai pendamping haji.

  1. Dendeng

Satu jenis makanan khas Nusantara yang awet untuk dijadikan bekal makanan saat ibadah haji adalah dendeng.

Untuk menikmatinya, biasanya dendeng digoreng lagi sebelum disantap bersama nasi.

  1. Enbal

Enbal menjadi satu jenis makanan yang menjadi bekal wajib bagi jemaah calon haji asal Kota Tual, Provinsi Maluku.

Enbal menjadi satu di antara jenis makanan pokok yang dibawa jemaah calon haji asal Kota Tual selain ikan tumbu atau abon.

“Kami memang membawa enbal, hampir semua bawa itu,” kata ketua rombongan JCH Kota Tual H. M. Sahid Renhoran (58) di Asrama Haji Sudiang Embarkasi Makassar, Kota Makassar.

Makanan pokok Enbal adalah makanan pokok masyarakat Tual atau suku Kei dari ubi-ubian beracun yang kemudian diolah sedemikian rupa jadi makanan.

Kata Sahid, membawa makanan pokok seperti enbal dibolehkan asalkan tidak banyak. Karena makanan tersebut mulai diperiksa dari Tual sampai Makassar.

“Kita diperbolehkan bawa, memang ini (Enbal) makanan biasa kami siapkan kalau tiba-tiba dalam perjalanan lapar, makanan ini tahan lama,” lanjut Sahid.

  1. Keumamah

Di musim haji yang juga diincar jemaah calon haji dari Aceh adalah keumamah atau ikan kayu yang berbahan baku ikan tuna.

Jemaah calon haji asal Aceh memilih membawa ikan keumamah ini karena awet dan tahan lama meski tanpa menggunakan bahan pengawet makanan.

Ini memudahkan jemaah untuk tetap bisa merasakan masakan khas Aceh. (Uli)

INDOLINEAR.TV