Delapan Kecamatan Di Kabupaten Bekasi Rawan Longsor, BPBD Menyampaikan Cara Pencegahannya

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 2 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Sebanyak delapan dari 23 kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi  berkategori rawan bencana tanah longsor.

Data itu didapat dari hasil pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material cukup besar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muhammad Said mengatakan, berdasarkan pengkajian terhadap bencana tanah longsor pada analisa tahun 2016, diperoleh delapan kecamatan dengan luas bahaya di Kabupaten Bekasi yang memiliki kerawanan longsor.

Kecamatan-kecamatan tersebut yakni, kecamatan Bojong Mangu seluas 205 Hektare, Cibarusah 11 hektare, Cikarang Barat 10 hektare, Cikarang Pusat 15 hektare, Cikarang Selatan 15 hektare, Cikarang Utara 5 hektare, Serang Baru 11 hektare, Setu 32 hektare.

Dengan demikian, total potensi luas bahaya tanah longsor sebanyak 304 hektare.

Sementara, kata dia, pengalaman bencana alam di Kabupaten Bekasi untuk tahun 2020, bencana tanah longsor diakibatkan cuaca ekstrem, banjir dan berakibat longsor di beberapa kecamatan.

“Bencana tahun 2020 merupakan bencana yang di akibatkan oleh hujan. Genangan air, mengakibatkan tanah rentan longsor,” kata Said, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (01/06/2021).

Data dari Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Bekasi, longsor yang diakibatkan hujan tinggi terjadi pada 1 Januari 2020, di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, berdampak pada 51 kepala keluarga.

Kemudian, lanjut dia, pada 2 Januari 2020, longsor terjadi di Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya dan berdampak pada 1.115 keluarga.

Di waktu yang sama, longsor juga terjadi di Desa Karang Setu Kecamatan Karang Bahagia yang berdampak pada 9 KK.

Sementara, di tahun 2019, longsor terjadi pada 15 Maret 2019 di wilayah Desa Sukamekar, Kecamatan Sukakarya.

“Analisa penanganan longsor saat ini sudah dilakukan. Dan untuk memaksimalkannya, sangat berkaitan erat dengan dukungan dan kerjasama dengan masyarakat setempat,” katanya.

Dia menambahkan, dalam upaya dalam mengantisipasi longsoran akibat hujan, BPBD Kabupaten Bekasi sudah mecatat tiga poin penting.

Dikatakan Said, pertama pihaknya mengedukasi dan menyerukan pada masyarakat agar menanam pohon di pinggir kali dan tanggul sehingga menguatkan tanggul dan tidak mengakibatkan lonsgor.

Kemudian, kata dia, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di kali. Hal itu agar tidak terjadi penyumbatan yang berdampak pada longsor.

Lalu, pihaknya juga sudah kerjasama dengan pihak teknis agar membuat tanggul dan memperbaiki tiap titik yang rawan longsor.

“Kita juga sudah kerjasama dengan sejumlah komunitas untuk membersihkan kali di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Untuk tahun 2021, lanjut dia, program pencegahan dilakukan dengan antisipasi longsoran. Karena selain longsor, ancaman banjir juga masih menjadi kajian.

“Tentu kerjasama antara pemerintah, serta elemen masyarakat sangatlah penting,” paparnya.  (Uli)

loading...