Delapan Hal Yang Menjadi Penyebab Terjadinya Kencing Berbusa

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 14 September 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kesehatan yang kita miliki dapat dinilai melalui berbagai macam hal. Salah satu indikator yang cukup mudah yaitu berdasar air kencing yang keluar.

Baik warna, bau, serta berbagai hal lain pada urine yang kita keluarkan dapat membantu kita mengenali kondisi diri kita. Pada kondisi air kencing ini, bisa ditebak kesehatan seseorang.

Salah satu hal yang kerap luput dari pandangan kita adalah ketika air kencing yang keluar ternyata berbusa. Munculnya busa pada urine ini tentu saja cukup berbeda dari kebiasaan dan dapat muncul karena berbagai kondisi.

Terdapat sejumlah hal yang bisa menjadi penyebab munculnya busa pada air kencing ini. Dilansir dari Merdeka.com (12/09/2020), ini sejumlah alasan mengapa air seni kita berbusa.

Aliran Kencing yang Sangat Cepat

Kecepatan keluarnya urine dapat mempengaruhi munculnya busa ini ketika mereka dikeluarkan. Ketika urine keluar dengan kecepatan tinggi maka memungkinkan kemunculan busa ini juga.

“Beberapa busa yang muncul di urine ini normal dan dapat dipengaruhi oleh seberapa cepat aliran kencing dan seberapa jauh perjalanan urine ini sebelum keluar di toilet,” ujar dr Yankov Liss, Nephroligis di CareMount Medical, New York.

Kerja Ginjal yang Tak Beres

Munculnya busa pada air kencing dapat disebabkan karena kerja ginjal yang agak bermasalah. Ketika air seni tampak berbusa, hal ini dapat disebabkan karena kelebihan protein yang tak mampu difilter ginjal.

“Pada kondisi normal, filter di ginjal tidak akan melewatkan molekul protein dari darah lewat dan berakhir menjadi urine,” terang dr Liss.

“Peningkatan protein pada urine umumnya merupakan bukti dari filter ginjal yang bocor dan bermasalah,” sambungnya.

Dehidrasi

Air merupakan kandungan utama yang terdapat pada urine. Ketika kamu tidak cukup banyak minum dan kekurangan minum, kencingmu bisa berbusa.

“semakin dehidrasi seseorang, makan urine semakin keruh karena tubuh berusaha untuk menyimpan air,” terang dr Liss.

Hasilnya, kencing menjadi berbusa karena banyak kandungan sedangkan air hanya sedikit. Minum air bisa jadi salah satu cara ketika kencing kamu berbusa untuk mengetahui apakah ini disebabkan karena dehidrasi.

Diabetes atau Hipertensi

Pengaruh protein kembali berperan pada masalah ini. Baik diabetes maupun hipertensi dapat memengaruhi aliran darah ke ginjal dan menghambat fungsinya.

“Hal ini meningkatkan tekanan yang berakibat adanya luka dan protein pada urine,” jelas dr Liss.

Untuk mengetahui apakah busa pada air seni diakibatkan oleh dua penyakit tersebut, penting untuk mengenali gejala-gejala lainnya. Jika memang sungguh-sungguh terjadi, maka penting untuk segera mengunjungi dokter.

Infeksi Kronis

Infeksi kronis seperti hepatitis atau HIV dapat meningkatkan kadar protein di dalam urine. Beberapa infeksi dapat secara langsung menyerang filter ginjal, sedangkan beberapa lainnya menyebabkan pembengkakan yang berefek pada ginjal.

Jika kamu memang memiliki berbagai penyakit kronis ini, maka dapat diperkirakan bahwa busa ini muncul karena hal tersebut. Untuk mengobati busa pada kencing ini, sebaiknya periksakan langsung ke dokter.

Kebiasaan Penggunaan Obat Pereda Sakit

Penggunaan beberapa obat pereda sakit seperti painkiller dapat membuat air seni menjadi lebih berbusa dibanding biasanya. Dr. Liss menyebut bahwa penggunaan hal tersebut dapat membuat seseorang memiliki kadar protein tinggi pada urine.

Pada beberapa kasus, obat pereda sakit itu dapat menghasilkan reaksi alergi yang menyebabkan radang pada ginjal. Oleh karena itu, sebaiknya jangan menggunakan obat-obatan jenis ini untuk jangka waktu yang lama.

Penyakit Autoimun

Kondisi autoimun dapat meningkatkan tekanan dan tegangan pada ginjal. Hal ini dapat berdampak cukup banyak pada proses penyaringan yang terjadi di ginjal.

“Sama seperti pada infeksi kronis, kondisi autoimun dapat berakibat munculnya protein pada urine melalui sistem imun orang tersebut yang secara keliru menyerang filter pada ginjal,” terang dr Liss.

Kanker Darah

Myeloma berlipat, secara khusus merupakan jenis kanker yang terbentuk pada sel plasma di darah. Penyakit ini dapat menimbulkan munculkan protein tambahan pada urine.

Dr Liss menerangkan bahwa ketika terjadi penyakit ini, antibodi yang dihasilkan tubuh karena kanker kemudian meracuni filter ginjal dan memunculkan protein pada urine. Namun penyakit ini cukup jarang terjadi dibanding berbagai hal lain yang menyebabkan urine berbusa.

Delapan hal tadi dapat ditengarai sebagai penyebab munculnya busa pada air seni. Namun jika hal ini terus-menerus terjadi, sebaiknya kamu segera mengkonsultasikannya dengan dokter. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: