Delapan Hal Tak Terduga Yang Dilarang Di China

brilionet/indolinear.com
Senin, 27 November 2017
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, China – Rezim di China memang dikenal dengan kontrol penuh dalam segala aspek di masyarakatnya. Partai Komunis China yang memegang penuh pemerintahan juga memberikan banyak peraturan-peraturan yang ketat bagi publik China, termasuk beberapa peraturan yang bisa kita anggap aneh dan random.

Seperti beberapa waktu lalu ketika pemerintah China yang memberlakukan sensor atas Winnie The Pooh di media apapun dikarenakan adanya meme yang menyamakan kartun Disney tersebut dengan sang presiden, Xi Jinping.

Nah, dilansir dari Brilio.net (26/11/2017), ternyata bukan cuma Winnie The Pooh doang lho yang dilarang keberadaannya di China. Paling tidak ada 8 hal random yang nggak akan kamu duga ternyata disensor di China. Apa aja? Yuk simak di bawah ini.

  1. Facebook.

Otoritas China sudah memblokir Facebook sejak tahun 2009. Hal ini dimungkinkan karena adanya riot yang pecah pada Juli 2009 antara kaum etnis minoritas Uyghur dan China Han di kawasan Xinjiang. Media sosial yang diperbolehkan di China hanya Sina Weibo, di mana media sosial tersebut telah dikontrol oleh pemerintah dengan sensor yang sistematik. Meski begitu banyak di antara masyarakat China yang menggunakan virtual private networks atau VPN untuk bisa mengakses media sosial tersebut atau melewati “Great Firewall China”.

  1. Twitter.

Sama halnya dnegan Facebook, media sosial Twitter juga dilarang keberadaannya pada tahun 2009.

  1. Bunga melati.

Setelah adanya “Revolusi Melati” meledak di Tunisia, demonstran di China yang menentang pemerintah juga terinspirasi untuk menggunakan melati dalam demo. Karena hal tersebut, pemerintah China akhirnya mengeluarkan larangan bunga melati. Semua yang berhubungan dengan bunga melati terlarang di sana, termasuk lagu bertema melati, pesan berisi kata bunga melati juga dilarang.

  1. Google.

Google diblokir di China terhitung sejak 2010. Peran Google sebagai mesin pencari dilengserkan oleh perusahaan China, Baidu. Bukan hanya sebagai mesin pencari, semua layanan Google seperti Gmail, Google Maps, Google+, Google Drive, Google Photos juga dilarang keberadaannya.

  1. Avatar in 2D.

Film Avatar dalam bentuk 2D dilarang keberadaannya oleh pemerintah China. Alasannya dikarenakan untuk menyelamatkan film domestik yang terancam karena film dalam versi 2D ini ternyata sangat populer di China hanya dalam waktu dua minggu.

  1. Harrison Ford & Brad Pitt.

Bukan hanya benda, film atau media sosial saja. Dua seleb Hollywood ini juga menjadi korban sensor pemerintah China. Mereka juga dilarang untuk mendatangi China karena kedua aktor tersebut mendukung kemerdekaan Tibet. Brad Pitt memang pernah bermain dalam film ‘Seven Years in Tibet’ pada tahun 1997 silam sebagai tutor Dalai Lama.

  1. Alice in Wonderland.

Baik buku atau film ‘Alice in Wonderland’ dilarang penayangannya di China. Pemerintah Negeri Tirai Bambu beralasan karena dalam film tersebut menampilkan hewan-hewan yang bisa berbicara. Yang artinya hal tersebut bisa menurunkan derajat manusia.

  1. Segala sesuatu tentang Korea Selatan.

Adanya sistem pertahanan rudal berbasis darat di Korea Selatan, membuat China meradang dan menyatakan ketidaksukaannya. Tidak main-main, beberapa waktu terakhir China menyatakan pembatasan dan boikot terhadap seluruh usaha bisnis dari negeri ginseng. Beberapa toko seperti Lotte dikabarkan telah ditutup karena hal ini. Tidak hanya itu saja, pemboikotan ini juga berpengaruh pada industri K-Pop dan K-Drama. China melarang penayangan K-Drama dan banyak dari beberapa konser dan fanmeeting artis Korea yang dibatalkan karena pemboikotan ini.

Wah, pasti kalian tak menyangka ya ternyata hal-hal seperti itu bisa dilarang di sebuah negara? (Uli)