Deklarasi Jaringan Intelektual Berkemajuan: Ekonomi Kreatif Untuk Kemajuan Budaya

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 13 April 2019

Indolinear.com, Jakarta – Industri dan ekonomi kreatif Indonesia makin kokoh sebagai penopang ekonomi terpenting di luar migas.

Demikian diungkapkan Koordinator Nasional Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB) Dr. Abdullah Sumrahadi pada diskusi dan deklarasi JIB untuk Jokowi di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, dilansir dari Tribunnews.com (12/04/2018).

Dalam diskusi bertema “Industri dan Ekonomi Kreatif untuk Kemajuan Budaya” selain Abdullah, turut menjadi pembicara dan deklarator JIB Budayawan Riki Dhamparan Putra, Dina Afrianty Ph.D Reseach fellow di La Trobe university, Peneliti Senior MAARIF Institute David Krisna Alka, Intelektual Muda Muhammadiyah Hamzah Fansuri, dan Tokoh Seni Heru Joni Putra.

Menurut Abdullah, sektor kreatif kita berkembang sesuai percepatan teknologi dan aplikasi.

“Sejumlah indikator populer dapat digunakan untuk mengukur perkembangan pesat bisnis kreatif berbasis perkembangan tekhnologi aplikasi. Indonesia pada saat ini mengungguli Singapura dalam jumlah bisnis startup. Survey Bain & Company menyebutkan hampir 90 persen investor mengatakan pasar Asia Tenggara paling diincar pada 2018-2019 adalah Indonesia dan Vietnam. Jumlah perusahaan bidang ini yang menerima pendanaan pada 2017 dilaporkan meningkat 300 % dibanding pada 2019,” jelas Abdullah.

Presiden Jokowi, tambah Abdullah, selama pemerintahannya telah membuktikan konsistensi dan ketepatan visi ekonomi untuk membangun ekonomi di bidang ini.

Ia telah menjadi tipe ideal seorang pemimpin yang akrab dengan dunia kreatifitas dan memiliki visi yang jelas dalam pembangunan ekonomi kreatif.

“Atas dasar itu, kami Jaringan Intelektual Berkemajuan menyatakan dukungan kembali pada Bapak Ir.Joko Widodo untuk menjadi Presiden RI periode 2019-2024. Kami mendoakan beliau tetap sehat dan terpilih sebagai pemenang dalam Pemilu Pilres yang akan dilangsungkan 17 April 2019,” tegasnya.

Budayawan Riki Dhamparan Putra menilai pentingnya kebijakan yang tepat bagi mendukung perkembangan bisnis kreatif.

“Pemerintah presiden Joko Widodo mencanangkan program Revolusi 4.0 dan menjadikan pembangunan SDM sebagai pendorong unggulnya human capital sebagai prioritas dalam program nawacita pembangunan 2019. Sejumlah desain pembangunan infrastruktur teknologi internet pun mulai dirancang untuk melakukan pemerataan dan percepatan pembangunan di seluruh kawasan Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Riki, pilihan pemerintah untuk menjadikan sektor ini sebagai prioritas primadona ekonomi kerakyatan memang tak keliru.

“Kekayaan budaya, keragaman kreatifitas, geografi Indonesia menjadi modal kuat untuk mengembangkan industri dan ekonomi kreatif Indonesia di masa depan,” pungkasnya. (Uli)