DBMSDA Tangsel Optimis Jalan Ciater Selesai 15 Desember

FOTO: republika.co.id/indolinear.com
Rabu, 28 Oktober 2015
loading...

 

Indolinear, Tangsel – Pekerjaan pelebaran Jalan Ciater dilanjutkan kembali Rabu (28/10/2015), setelah sempat terhenti beberapa saat. Pekerjaan sempat terhenti pasca ketidakfahaman warga akan proses pembayaran ganti rugi yang sudah dititipkan ke Pengadilan Negeri.

Pasca proses pembangunan dilanjutkan, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany didampingi Kepala Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air (DBSDA) Tangsel Retno Prawati menyempatkan diri meninjau pelaksanaan pelebaran jalan tersebut.

“Kita sedang melihat proses pekerjaan pelebaran jalan yang sempat distop warga karena ketidakpahaman mereka, sehingga kita menjelaskan bahwa Pemkot Tangsel sudah menitipkan uang ganti rugi ke pengadilan dan dalam proses pembayaran yang sedang dilakukan oleh pengadilan, pemkot boleh melakukan pembangunan, kesalahpahaman ini yang kita jelaskan kepada mereka,” ungkap Retno.

Retno mengatakan, ada dua bidang tanah empat dibagian kanan dan dua di kiri, dua bidang inilah yang masih dalam proses pengadilan, namun pemkot sudah boleh melakukan pekerjaan karena sudah menitipkan uang ganti rugi.

“Ahli waris kemarin belum tahu, sehingga mereka melakukan penyetopan, sekarang mereka sudah tahu, maka diperbolehkan melakukan pekerjaan pelebaran jalan,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk dua bidang ini sepanjang 150-200 meter kanan kiri yang sedang dikerjakan dalam pelebaran jalan.

“Kita optimis pelebaran jalan Ciater ujung akan selesai sebelum 15 Desember,” ungkapnya.

Ditanya jumlah nominal ganti rugi kepada ahli waris di dua bidang tanah tersebut, Retno tidak mengetahui.

“Kalau masalah ganti rugi ada di badan pertanahan, bisa dicek kebagian itu,” kata Retno.

Sementara dilokasi yang sama, salah seorang ahli waris Suhadi Bin H Yusuf menjelaskan, selama dua tahun ini penantian panjang proses pembayaran ganti rugi yang dititipkan kepengadilan oleh Pemkot Tangsel belum juga dibayarkan.

“Kami keluarga dijanjikan doang sama pengadilan, entar besok, entar besok, sampai saya bosen karena selalu dijanjikan dibayar namun tak kunjung terlaksana,” jelasnya.

Suhadi mengatakan, luas tanah yang digunakan untuk pelebaran jalan Ciater ujung seluas 180 meter, dengan dijanjikan akan dibayar per meter untuk bangunan sebesar Rp 3,5 juta dan untuk tanah sebesar Rp 3,25 juta per meter, namun sampai saat ini tidak ada proses pembayaran.

“Kalau emang tidak mau dibayar, kami sekeluarga ikhlas menyumbangkan ini, namun harus bikin perjanjian terlebih dahulu,” pungkasnya.(sophie)