Daniel, Relawan Muda Musuh Kebakaran Hutan Yang Serba Bisa

Sabtu, 31 Oktober 2015
Tokoh | Uploader Arif
loading...

Indolinear – Daniel (15), remaja tamatan SMP terlihat gagah di balik seragam wearpack khas petugas kebakaran. Meskipun seragam itu belum pas dengan tubuhnya yang kecil, namun semangat dan kerja keras Daniel memadamkan api patut diacungkan jempol. 

Daniel adalah relawan termuda dalam kelompok Jumpun Pambelom, sebuah kelompok relawan yang selama ini berjibaku memadamkan bara api di lahan konservasi hutan gambut di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Palangaka Raya, Kalimantan Tengah. 

Ketika ditemui merdeka.com, Daniel tengah sibuk membantu ayahnya, Gunawan (60) dan kakaknya (Hendra) yang juga termasuk anggota Jumpun Pambelom. Remaja itu tak lelah mengangkat selang air untuk menyiramkan bara api. 

“Saya banyak diajari bapak untuk padamkan api. Saya ikut jadi relawan biar asap cepat menghilang dari Kalimantan,” ujar Daniel sambil tersenyum di pinggir Jalan Trans Palangkaraya-Banjarmasin, sekitar 25 km dari Kota Palangkaraya, Kamis (29/10). 

Sejak lepas SMP beberapa bulan lalu, Daniel tak berhenti mengikuti jejak ayahnya. Dia bertugas mengemudi motor untuk membawa selang air dan mesin sedot air, penggali sumur bor dan tentunya ikut memadamkan api. 

Menurut cerita sesama relawan, Daniel sering diandalkan untuk panjat pohon. Sebab dengan tubuhnya yang kecil nan lincah, Daniel mampu mencapai ujung kayu yang tinggi jika dibutuhkan oleh rekannya selama memadamkan api. 

“Daniel diminta untuk selamatkan orang utan yang terkena tembakan bius petugas guna dievakuasi ke tempat yang lebih baik. Ia panjat pohon dan selamatkan orang utan yang masih di atas dahan kayu,” cerita rekannya itu. 

Namun sayangnya, Daniel belum memikirkan untuk melanjutkan pendidikannya ke SMA. Melihat kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan, Daniel juga tak memaksa kedua orang tuannya untuk membiayai penarikannya kelak. 

“Mungkin sampai SMP saja dulu,” ujarnya. 

Namun ketika ditanya apakah dia ingin tetap jadi relawan, Daniel dengan antusias mengaku ingin mengikuti pembekalan di mana saja agar menjadi relawan yang serba bisa. 

“Saya pernah ikut pelatihan. Jika ada pelatihan lagi aku ingin ikut lagi,” tutupnya. (uli)

 

Sumber: Merdeka.com