Danau Tagish Jadi Saksi Meteor Jatuh Penguak Asal Mula Air

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Selasa, 18 Februari 2020

Indolinear.com, Toronto – Danau Tagish di Kanada menjadi saksi jatuhnya sebuah bebatuan dari luar angkasa atau yang biasa disebut meteor pada 18 Januari 2000. Ilmuwan kiemudian mengungkapkan hasil penelitian terhadap meteorit tersebut.

Disebut meteor apabila sudah melewati atmosfer Bumi, namun belum mencapai permukaan. Sedangkan meteorit adalah benda luar angkasa yang jatuh dan telah mencapai permukaan.

Saat kejadian, warga sekitar melihat cahaya bagaikan bintang jatuh di Danau. Kemudian terdengar ledakan. Duar! Penduduk setempat pun kemudian menghampiri lokasi tersebut, di sekitar Danau Tagish.

Sejumlah ilmuwan, baik lokal maupun internasional, kemudian turun tangan ke lokasi demi melakukan penelitian terhadap objek luar angkasa yang jatuh tersebut.

Setelah mempelajari meteorit di Danau Tagish tersebut, tim ilmuwan dari Tohoku University Jepang menyimpulkan bahwa sebagian besar kandungan air di Bumi berasal dari tabrakan dengan asteroid pada 4,6 miliar tahun yang lalu.

Mereka mengidentifikasi meteorit tersebut masuk ke dalam jenis batuan chondrite karbo. Batuan itu berasal dari sebuah asteroid yang berada di titik antara Mars dan Jupiter.

“Kami mengamati partikel kecil magnetik di meteorit tersebut dengan menggunakan mikroskop elektron. Hasilnya, kami menemukan adanya unsur kristal koloid,” ungkap pemimpin penelitian dari Tohoku University, Yuki Kimura, seperti dikutip dari Liputan6.com (16/02/2020).

Dijelaskan dia bahwa kristal koloid itu kemudian berubah wujud menjadi air setelah melalui proses penguapan. Dari perubahan itu, tim Tohoku University menyimpulkan bahwa curah air di induk asteroid mulai menghilang pada periode awal pembentukan Tata Surya.

“Setelah melakukan analisis, kami mendapat titik terang bahwa pada tahap awal terbentuknya Bumi, kandungan air di Bumi dipasok oleh asteroid. Kira-kira sekitar 4,6 miliar tahun lalu,” jelas Kimura.

Hasil Penelitian Sebelumnya

Penelitian sebelumnya yang dipublikasikan dalam jurnal ‘Science’ pada Mei 2013 mengutarakan bahwa air di Bulan dan Bumi berasal dari sumber yang sama. Hal ini mendukung penemuan Kimura Cs soal meteorit di Danau Tagish, bahwa air di Bumi berasal dari luar angkasa.

“Mungkin perlu dilakukan studi selanjutnya untuk mengungkapkan bagaimana proses pembentukan molekul saat awal terciptanya tata surya,” tandas Kimura. (Uli)

INDOLINEAR.TV