Dana Belanja Pemkot Bekasi Baru Terserap 44,5 Persen

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 8 September 2020
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Amsiyah menjelaskan dana belanja Pemerintah Kota Bekasi yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga pertengahan triwulan ketiga, periode Juli-Agustus, baru terserap 44,5 persen.

“Karena anggaran kita sekarang kan terfokus pada penanganan Covid-19 ya, ada refocusing, jadi anggaran lebih banyak pada penanganan,” kata Amsiyah di Kantor Walikota Bekasi, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (07/09/2020).

Angkat tersebut setara dengan Rp 2,3 triliun dari total capaian target sebesar Rp 5,2 triliun.

Dari Rp 2,3 triliun, alokasi belanja dibagi menjadi dua, yakni belanja tidak langsung sebesar kurang lebih Rp 1,3 triliun dan belanja langsung senilai Rp 1 triliun.

“Belanja tidak langsung sebesar 54,79 persen, sedangkan alokasi belanja langsung sebesar 35,77 persen,” ucapnya.

Penyumbang terbesar pendapatan asli daerah (PAD) masih diperoleh dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Kendala rendahnya serapan dikatakan Amsyiah dikarenakan difokuskannya anggaran pada penanganan Covid-19 sebagai prioritas penggunaan anggaran.

“Makanya kita juga melihat dari pendapatan yang masuk, mana yang masuk prioritas yang bisa dicairkan segera. Ya sebagian besar kita utamakan untuk itu (Covid-19), yang memang urgent dan penting seperti gaji itu kan penting, itu yang kita utamakan,” ujarnya.

Pihaknya mengaku telah banyak mendapatkan pengajuan anggaran dari dinas-dinas. Meski begitu, pengeluaran perlu diatur guna menjaga keseimbangan fiskal.

“Setiap bulan kita atur mana yang menjadi prioritas untuk dicairkan, jadi pengeluaran kita itu terkendali, keseimbangan fiskal kita atur, jangan sampai mereka beramai-ramai mengajukan pencairan tapi uangnya tidak ada,” tutur Amsiyah. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: