Daewoong Pharmaceutical Perluas “Open Innovation”, Indonesia Menjadi Pusat Di ASEAN

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 8 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Daewong Pharmaceutical, grup perawatan kesehatan global asal Korea, mengumumkan rencana masa depan untuk bisnis dan “open innovation” di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Jeon Seng-ho, CEO Daewoong Pharmaceutical, saat berpartisipasi secara daring dalam acara “UI Invesment and Startup Forum” yang diadakan di Universitas Indonesia (UI) dilansir dari Merdeka.com (07/05/2022).

Pada kesempatan itu, dia juga memperkenalkan bisnis dan rencana masa depan Daewoong Pharmaceutical di Indonesia, serta berbagi status saat ini dan rencana Open Innovation yang menghubungkan industri dengan universitas terbaik dan talenta ungulan.

Acara yang dihadiri sekitar 300 orang termasuk rektor UI Ari Koencoro, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, para tokoh akademisi, dan investor ini memperkenalkan perusahaan terpilih sebagai startup unggulan UI. Selain itu, disiapkan ruang untuk berbagi strategi bisnis dan investasi dari perusahaan farmasi besar Indonesia dan investor untuk mempromosikan kerja sama dan kemakmuran bersama.

Daewoong Pharmaceutical, satu-satunya perusahaan Korea yang diundang, melakukan presentasi sekitar 15 menit tentang arah R&D dan Open Innovation, status terkini

bisnis dan penelitian di Indonesia, serta rencana masa depan bisnis Daewoong di Indonesia.

CEO Jeon Seng-ho mengumumkan rencana Daewoong Pharmaceutical untuk memperluas open innovation secara global, yang menjadikan Indonesia sebagai pusat di Asia Tenggara, dan menekankan visi Daewoong Pharmaceutical untuk pertumbuhan industri farmasi Indonesia, investasi berkelanjutan di bidang bio dan farmasi, serta memperkuat kerja sama dengan talenta berbakat.

Daewoong Pharmaceutical menetapkan Open Innovation sebagai strategi utama untuk masa depan dan membangun model kerja sama baru melalui mutual growth, serta investasi di perusahaan rintisan yang inovatif.

Daewoong memberikan perhatian khusus pada bidang teknologi formulasi DDS (Drug Delivery System), terapi sel dan gen, neurotoxin, platform sel punca generasi mendatang, dan kecerdasan buatan/artificial intelegent (AI).

Daewoong juga ikut mendirikan pusat penelitian bioteknologi di UI, membentuk kerja sama dengan berbagi teknik penelitian Daewoong.

Selain itu, Daewoong Pharmaceutical dan UI juga menjalin hubungan kerja sama dengan melaksanakan program beasiswa global dan program kredit nilai untuk tingkat pascasarjana dan doktoral.

Arry Yanuar, Dekan Fakultas Farmasi UI, mengatakan Daewoong Pharmaceutical dan UI, khususnya Fakultas Farmasi, bekerja sama untuk kegiatan penelitian dan kontribusi sosial dan kemitraan industri-akademisi.

“Kami juga mengharapkan kerja sama dengan Daewoong Pharmaceutical dan pemerintah Indonesia untuk pengembangan R&D, seperti membangun pusat penelitian medis baru dan proyek laboratorium klinis,” ujarnya.

Saat ini Daewoong Pharmaceutical mengimplementasikan berbagai proyek Open Innovation di Indonesia melalui PT Daewoong Infion, termasuk bisnis biofarmasi dan pengoperasian pusat penelitian bersama dengan universitas. (Uli)