Coretan Pengeluaran Keluarga Cuma Rp2 Jutaan, Bisa Bayar Cicilan Rumah dan Belanja Bulanan

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Selasa, 18 Januari 2022
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Pandemi Covid-19 membuat pengeluaran keluarga semakin bengkak. Meski bekerja dari rumah, kebutuhan untuk belanja bulanan dan membayar tagihan seperti listrik dan internet umumnya menjadi bertambah. Alhasil, semua keluarga berusaha irit dengan pendapatan mereka.

Kondisi ini tak hanya dirasakan mereka yang kehilangan pekerjaan. Mereka yang hidup dengan gaji pas-pasan juga harus memutar otak agar tak banyak berutang.

Mengatur pengeluaran keluarg dengan sangat ketat juga diterapkan pasutri asal Pekalongan, Jawa Tengah, Feti Ira dan Padang Wisawan. Sempat alami keadaan  ekonomi yang sulit, kini mereka berusaha mengatasi masalah tersebut dengan mengelola keuangan lebih baik.

” Kebutuhan yang tiap harinya semakin bertambah, harga yang terus naik, membuat keadaan financial semakin terpuruk,” ungkap Feti di akun Instagram @feti_ira36, Senin, 8 November 2021.

Meski di akhir unggahan konten sekilas seperti promosi, namun cara mengelola keuangan yang dibuat Feti menyita perhatian dan sanggahan dari banyak netizen, dilansir dari Dream.co.id (16/01/2022).

Bayar Utang Jangan Cuma Niat

Feti menceritakan pengalamannya mengelola uang keluarga dengan memperlihatkan secarik kertas berisi daftar pengeluan bulanannya. Dia mengaku kiat ini telah membantunya mengerem utang sekaligus mencicil tagihan rumah.

Menurut Feti, pengelolan keuangannya dimulai dengan mencatat semua utang dan juga aset yang dimiliki. Setelah itu, dia berusaha membenahi anggaran keluarganya dengan cara pengelolaan uang.

” Bayar hutangnya, jangan cuma niat doang ya,” kata Feti.

Dalam kertas catatan ibu dua anak ini terlihat jelas daftar pengeluaran bulanan yang harus rutin dibelanjakan Feti.

Daftar Pengeluaran Bulanannya

Di kertas itu tertera pendapatan bulanan keluarganya hanya sebesar Rp2,5 juta. Lalu dia membagi pengeluaran menjadi dua bagian yaitu kewajiban dan kebutuhan.

Dalam kewajiban, Feti menuliskan beberapa hal yang harus ia bayar setiap bulannya. Seperti tagihan rumah, listrik, SPP, internet, arisan, air minum, gas, serta iuran sampah di kompleknya. Total kewajiban sebesar Rp1,6 juta.

Sementara di kolom kebutuhan, Feti menulis pengeluaran bulananya yang hanya mencapai Rp500 ribu. Ini sudah termasuk dengan beras, susu anak, pampers, serta kebutuhan dapur.

Tak hanya belanja bulanan, Feti juga menyiapkan anggaran untuk belanja mingguan sebesar Rp100 ribu, jika diakumulasi maka menjadi Rp400 ribu perbulannya.

Mustahil Diterapkan di Kota Besar

Unggahan Feti tentang cara mengelola keuangannya menjadi viral dan menuai pro kontra di kalangan netizen. Sebanyak 1.091 netizen memberikan tanda jempol serta 300 komentar. Mayoritas dari mereka adalah istri dan juga ibu yang bertugas mengatur keuangan rumah tangga.

” Mungkin belanja sayur atau lauk masih murah ya bun di daerahnya. Kalau di Jakarta, bumbu aja udah berapa. Ada juga sih orang yang bener-bener bisa manage uang seperti ini. Salut,” tulis pemilik akun Instagram @aisyahali19 dalam kolom komentar.

Lainnya menganggap hitungan Feti mustahil. Apalagi untuk ibu-ibu yang tinggal di perkotaan. Harga kebutuhan bulanan lebih tinggi dari perhitungan Feti.

“ Mustahil di Bekasi. Suka bingung dan sakit kepala bagaimana caranya hemat uang bulanan di kota besar gini. Pengen nangis,” tulis @_sen.ja_. (Uli)