Contoh Legenda Pendek Berjudul Pemuda Yang menyukai naga

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Rabu, 24 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT REPRODUKSI. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Seharian berada di dalam rumah membuat seorang pemuda merasa bosan. Ia pun memutuskan untuk berjalan-jalan keliling desa.

Saat sedang berkeliling, ia melihat sebuah lonceng yang sangat bagus. Lonceng itu terpasang di depan pintu rumah tetangganya.

Timbullah keinginan si pemuda untuk memiliki lonceng itu.

“Aku punya ide. Aku akan mengambil lonceng itu nanti malam,” gumamnya, dilansir dari dongengceritarakyat.com (23/06/2020).

Ia terlihat sangat senang.

Begitu malam tiba dan semua penduduk desa telah tidur, pemuda itu keluar rumah.

Ia akan mencuri lonceng milik tetangganya.

Ia berusaha untuk melepas lonceng itu dari pengait, tapi ternyata sangat susah.

Kleneng… Kleneng!

Olala, lonceng itu malah berbunyi saat si pemuda berusaha mengambilnya.

Pemuda itu pun menjadi panik. Ia takut pemilik rumah mendengarnya. Seketika, ia pulang ke rumah.

Ia lalu memikirkan cara lain untuk mengambil lonceng itu, tanpa mendengar bunyinya.

Semalaman pemuda itu berpikir. Aha! Akhirnya ia menemukan sebuah ide. Ia yakin, ide itu akan berhasil.

Besok malamnya, pemuda itu pergi lagi ke rumah tetangganya. Sebelum berangkat, ia menutup telinganya dengan kapas.

“Pasti bunyi lonceng itu tak akan terdengar,” gumam si pemuda.

Dengan percaya diri, si pemuda melepas lonceng dari pengaitnya. Benar saja, ia tak mendengar suara lonceng.

Tentu saja ia tak mendengar karena telinganya ditutup. Padahal, lonceng itu berbunyi sangat kencang, hingga membuat pemilik rumah terbangun.

Pemilik rumah pun keluar.

“Hei! Kamu mau mencuri loncengku, ya?” hardik pemilik rumah dengan kesal.

Namun, pemuda itu tak mendengar apa pun. Karena merasa diabaikan, pemilik rumah menepuk bahu si pemuda.

Alangkah kagetnya si pemuda saat melihat pemilik rumah.

Ia heran, kenapa pemilik rumah bisa tahu. Padahal, sedari tadi ia tak mendengar bunyi lonceng.

“Kenapa lonceng ini masih saja berbunyi? Padahal, aku sudah menutup telingaku,” ujar pemuda dengan polos.

Pemilik rumah tertawa mendengar kepolosan si pemuda.

Tapi tetap saja, pemuda itu bersalah karena hendak mencuri loncengnya.

Pemilik rumah pun membawa pemuda itu ke pengadilan untuk mendapat hukuman atas perbuatannya.

Hikmah yang dapat dipetik dari Contoh Legenda Singkat : Pencuri lonceng adalah kawan, mencuri itu perbuatan buruk. Memintalah dengan baik-baik, daripada harus mencuri. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: