Contoh Cerpen Anak Sekolah Dari Yunani Pemuda Yang Boros

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Selasa, 24 Maret 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pada suatu masa, hiduplah seorang pemuda yang kaya raya. Kedua orangtuanya telah meninggal dunia, dan mereka mewariskan semua hartanya kepada pemuda itu. Namun, sayang sekali, pemuda itu sangat boros. Ia sama sekali tak menghargai harta yang diberikan oleh orangtuanya. Setiap hari kerjanya hanya menghambur-hamburkan uang.

Pemuda itu sering berbelanja sesuatu yang tak ia perlukan. Ia juga sering mengadakan pesta di rumahnya.

“Kalian tinggal datang saja ke rumahku. Aku selalu mengadakan pesta. Ada banyak makanan enak di sana,” ucap pemuda itu suatu hari, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (23/03/2020).

Teman-temannya sangat senang. Mereka datang dan makan sepuasnya di sana. Pemuda itu sering berpesta hingga larut malam. Akibatnya, ia selalu bangun kesiangan. Baginya, itu hal yang biasa. Toh uangnya masih banyak, pikirnya.

Hingga suatu hari, pemuda itu kehabisan uang. Ia menjual seluruh harta bendanya yang tersisa. Olala… setelah itu ia menggunakan uang itu untuk kembali berpesta di rumah temannya. Sungguh, pemuda itu sangat boros.

Beberapa hari kemudian, pemuda itu merasa sedih. Uang yang dimilikinya telah habis. Kini, ia menjadi seorang gelandangan. Sangat menyedihkan.

“Sekarang yang aku miliki hanya jubah yang kukenakan. Apakah aku harus menjualnya juga?” tanya pemuda itu suatu hari.

Ia melihat seekor burung layang-layang terbang. Sepertinya, hal itu membuat dirinya mantap menjual jubahnya. Biasanya jika ada burung layang-layang terbang, pertanda bahwa musim panas akan segera tiba.

Pemuda itu pergi ke rumah temannya. Ia menawarkan jubah miliknya. Ia pun mendapatkan uang dari jubah itu. Uang itu cukup untuk makan beberapa hari.

“Aku tak perlu memikirkan makan untuk beberapa hari nanti,” tukasnya.

Pemuda itu lalu membeli makanan. Ia kembali ke rumahnya tanpa jubah miliknya. Olala… rupanya malam itu cukup dingin. Pemuda itu merasa kedinginan. Tentu saja begitu, sebab jubah yang biasa ia kenakan telah ia jual. Rupanya, burung layang-Iayang tak selamanya membawa kabar baik musim panas. Kini pemuda itu pun kedinginan, hanya mengenakan kaus lengan pendek dan celana yang tak terlalu tebal.

“Sungguh sial hidupku,” ucap pemuda itu, menyesali kehidupannya.

Pesan moral dari Contoh Cerpen Anak Anak adalah jangan boros, sebab boros akan membuat hidupmu sulit. Berhematlah untuk masa depan yang lebih baik. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: