Coca-Cola Amatil Indonesia Membangun Fasilitas Daur Ulang Plastik Di Bekasi

FOTO: beritasatu.com/indolinear.com
Selasa, 6 April 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) dan Dynapack Asia mulai pembangunan fasilitas daur ulang polyethylene terephthalate seluas 2 hektare ‎di Kawasan GIIC Cikarang, Bekasi.

Dengan investasi senilai Rp 556,2 miliar akan menciptakan siklus tertutup dengan memproduksi pelet plastik yang aman untuk makanan dan minuman yang terbuat dari botol plastik pascakonsumsi. Nantinya, pelet ini akan diproduki kembali menjadi botol kemasan baru yang berkualitas.

Presiden Direktur Coca-Cola‎ Amatil Indonesia, Kadir Gunduz, mengatakan, kolaborasi antara Amatil Indonesia dan Dynapack Asia, sejalan dengan “Sustainability Ambitions 2020-2040 Coca-Cola Amatil” yang baru saja diumumkan.

“Fasilitas ini akan mulai beroperasi 2022 dan memiliki kapasitas untuk mengurangi jumlah resin plastik baru yang digunakan perusahaan sekitar 25.000 ton per tahun, perluasan industri dan percepatan laju daur ulang,” ujar Kadir Gunduz, saat peletakan batu‎ pertama fasilitas daur ulang botol plastik di Cikarang, dilansir dari Beritasatu.com (05/04/2021).

Dia mengatakan, sebagai bagian dari anggota dewan di Kemitraan Aksi Plastik Nasional Indonesia (National Plastic Action Partnership/NPAP), pihaknya berkomitmen untuk mendukung rencana aksi nasional Indonesia dalam mencapai pengurangan sampah plastik laut sebesar 70% pada 2025.

Kadir juga menambahkan, investasi ini dijalankan melalui kolaborasi bersama pemangku kepentingan di rantai pengumpulan sampah kemasan, usaha bisnis skala mikro, dan pemulung, dengan mendukung mereka untuk bertumbuh secara efisien dalam bisnisnya.

“Dalam jangka panjang, kami akan membawa perubahan positif bagi pengelolaan sampah plastik di Indonesia dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di rantai pengumpulan sampah kemasan dengan mendukung sektor daur ulang informal,” katanya.

CEO Dynapack Asia, Tirtadjaja Hambali, menambahkan pihaknya mendukung inisiatif terbarukan ini.

“Dynapack Asia bersama Ellen McArthur Foundation untuk menggunakan setidaknya 25% bahan resin daur ulang dalam kemasan produk pada tahun 2025,” kata Tirtadjaja Hambali. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: