Cina Mengatasi Game Online Untuk Anak-anak Karena Khawatir Dampaknya

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 2 September 2021
loading...

Indolinear.com, China – Otoritas Cina tidak main-main soal peraturan terkait game online. Menurut aturan terbaru yang diterbitkan pada Senin (30/08), anak di bawah umur tidak akan diizinkan bermain lebih dari 3 jam dalam seminggu.

Administrasi Pers dan Publikasi Nasional (NPPA) mengatakan bahwa anak-anak dapat bermain game antara jam 8 hingga 9 malam pada hari Jumat dan akhir pekan.

Mereka juga dapat bermain selama satu jam, pada waktu yang sama, pada hari libur, demikian menurut regulator yang mengawasi pasar video game di Cina.

Sebelumnya pemain game di bawah usia 18 tahun diizinkan bermain 90 menit sehari.

Mengapa Cina menaruh perhatian lebih terhadap gamer?

Pemerintah Komunis Cina menjadi semakin khawatir tentang dampak game pada kaum mudanya, mulai dari penglihatan yang memburuk hingga kecanduan game online.

Pembatasan tersebut merupakan pukulan besar bagi industri game global yang melayani puluhan juta pemain muda di pasar game terbesar di dunia, dilansir dari Tribunnews.com (01/09/2021).

Menurut Asosiasi Penerbitan Audio-Video dan Digital Cina, industri ini menghasilkan pendapatan 130 miliar yuan (Rp 286 triliun) pada paruh pertama tahun ini.

Pihak berwenang menyerukan perlunya menghentikan kecanduan game yang digambarkan sebagai “candu spiritual.”

Langkah-langkah baru ini merupakan bagian dari upaya Cina untuk lebih menguasai masyarakat.

Bagaimana aturan akan ditegakkan?

Game online mengharuskan pengguna untuk mendaftar dengan kartu ID mereka. Aturan ini memastikan agar anak-anak tidak berbohong tentang usia mereka.

Selain itu, perusahaan game dilarang menawarkan layanan mereka kepada anak di bawah umur dalam bentuk apa pun di luar jam yang ditentukan.

Namun, pernyataan NPPA tidak menyebutkan bagaimana pelanggar aturan akan dihukum.

Apakah peraturan ini akan mematikan perusahaan teknologi Cina?

Cina mengambil sikap tegas terhadap perusahaan teknologi, Alibaba Group dan Tencent Holdings.

Langkah-langkah pemerintah terbaru saat ini sudah terasa di pasar, dengan saham di antara beberapa kelas berat game online Cina mulai turun.

Saham perusahaan teknologi Amsterdam Prosus yang memiliki 29% saham di Tencent, turun 1,45%.

Saham video game online Eropa Ubisoft dan Embracer Group masing-masing turun lebih dari 2%. (Uli)