loading...

China Sepakat Inggris Sewa Hong Kong Gratis Selama 99 Tahun

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 5 Juli 2020

Indolinear.com, Hong Kong – Hong Kong sedang berada dalam kontroversi politik yang berkepanjangan. Masyarakat di Hong Kong terpecah antara kubu pro-China dan kubu-pro demokrasi.

Mereka yang pro-China tunduk pada prinsip Satu Negara Dua Sistem, yakni Hong Kong sebagai daerah khusus, tetapi tetap milik China. Sementara, kubu pro-Demokrasi tidak mau ada campur tangan China yang dianggap otoriter.

Hong Kong sebetulnya “baru kembali” ke tangan China setelah disewa oleh Inggris pada 1898. Penyewaan itu berdasarkan hasil Konvensi untuk Perluasan Wilayah Hong Kong atau Konvensi Peking Kedua tahun 1898.

Pada konvensi itu, Dinasti Qing setuju untuk menyewakan Hong Kong secara gratis kepada Inggris selama 99 tahun. Perjanjian disepakati tepat hari ini pada 122 tahun yang lalu di Peking, dilansir dari Liputan6.com (03/07/2020).

Brittanica mencatat perjanjian mulai efektif pada 1 Juli 1898. Lewat perjanjian ini, populasi Hong Kong tumbuh pesat hingga 300 ribu orang hingga akhir abad tersebut.

Sebelum ada Konvensi Peking Kedua pun Inggris sudah membangun koloni di Hong Kong. Wilayah itu terutama penting saat Perang Opium berkecamuk.

Pada 1997, masa sewa Inggris untuk Hong Kong berakhir sudah. Sejarah mencatatnya sebagai Penyerahan Hong Kong.

Sejak saat itu, pengaruh Inggris di pemerintahan Hong Kong mulai digantikan. Namun, oposisi dari kubu pro-Demokrasi terus berkecamuk dan menolak kendali China.

Kini sejarah sedang mencatat fenomena baru.

Inggris berkata siap menampung masyarakat Hong Kong yang sudah tak betah di bawah kendali China. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson siap memberi kewarganegaraan kepada hampir tiga juta warga Hong Kong.

China pun murka dan memperingatkan Inggris agar tidak meneruskan rencana itu. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: