China Menutup Lokasi Wisata Tembok Besar, Istana Terlarang Dan Disneyland

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 27 Januari 2020

Indolinear.com, China – Pemerintah China dilaporkan telah mengisolasi sejumlah kota untuk melokalisir penyebaran virus corona yang menewaskan 26 orang.

Sejumlah lokasi wisata juga ditutup, termasuk tembok besar China, Istana Terlarang di Beijing, dan Disneyland di Shanghai.

Virus corona diperkirakan telah menginfeksi sekira 10.000 orang di Kota Wuhan, dilansir dari Tribunnews.com (26/01/2020).

Tak pelak sekira 14 kota lain, dihuni sekira 40 juta orang, diisolasi dalam dua hari terakhir.

Sebuah laporan yang ditulis oleh para peneliti dari Inggris, Skotlandia dan Florida, memprediksikan sekira 350 ribu orang penduduk Kota Wuhan terinfeksi virus corona. Wabah itu muncul pertama kali di Wuhan.

Di Amerika Serikat (AS), satu orang di Negara Bagian Washington sedang dipantau setelah dikonfirmasi mengidap penyakit tersebut. Kasus lain yang dicurigai sedang diteliti berada di California dan Texas.

Munculnya wabah tersebut bertepatan dengan Tahun Baru Imlek, biasanya jutaan orang bepergian ke seluruh negeri dan dunia untuk mengunjungi keluarga.

Perayaan besar di seluruh negeri telah dibatalkan, termasuk di Kota Terlarang Beijing, tujuan wisata utama, dan pekan raya, dan karnaval di Beijing.

Indikasi betapa seriusnya wabah itu, McDonald’s telah memerintahkan penutupan cabang di lima kota di Provinsi Hubei, wilayah wabah dimulai dan terbukti paling mematikan.

Toko pakaian Uni Qlo telah menutup tujuh toko di Kota Wuhan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis malam memutuskan untuk tidak menyatakan wabah itu sebagai darurat global meskipun pemerintah di seluruh dunia waspada dan menyaring penumpang dari China di bandara.

Shanghai Disney Resort memposting di situs webnya, “Menanggapi pencegahan, pengendalian wabah penyakit, dan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para tamu serta kru kami, Shanghai Disney Resort sementara menutup Shanghai Disneyland, Disneytown.”

Pengelola Disneyland Shanghai menyatakan akan terus memantau situasi secara cermat dan mengumumkan tanggal pembukaan kembali.

Begitu pula Tembok Besar, menurut laporan Al Jazeera, telah ditutup untuk wisatawan.

Langkah-langkah berikut telah diambil untuk mengendalikan penyebaran penyakit di dan sekitar Tiongkok:

* Istana Terlarang Beijing, ditutup untuk pengunjung mulai Sabtu (25/01/2020).

* Stadion Nasional Beijing, telah ditutup

* Karnaval empat hari yang direncanakan di Hongkong, dari 25 hingga 28 Januari, telah dibatalkan oleh Dewan Pariwisata Negara Bagian

* Turnamen sepak bola Piala Dunia Tahun Baru Imlek Hongkong telah dibatalkan

* Semua acara Tahun Baru Imlek publik di Makau, rumah bagi lebih dari setengah juta orang, telah dibatalkan

Jumlah Bertambah                   

Sebuah laporan yang dibagikan oleh para peneliti dari Universitas Lancaster di Inggris, Universitas Florida, dan Universitas Glasgow, memperkirakan hanya lima persen dari semua kasus virus korona sedang didiagnosis.

Dr Jonathan Read, seorang peneliti biostatistik di Lancaster, menulis: “Jika tidak ada perubahan dalam kontrol atau transmisi yang terjadi, kami khawatir wabah lebih lanjut akan terjadi di kota-kota Cina lainnya.”

Ditambahkan, “dalam waktu 14 hari (4 Februari 2020), kami memperkirakan jumlah orang yang terinfeksi di Wuhan menjadi lebih dari 250 ribu (interval prediksi, 164.602 hingga 351.396).”

“Kami memperkirakan kota-kota yang terkena wabah terbesar di China adalah Shanghai, Beijing, Guangzhou, Chongqing, dan Chengdu. Kami juga memperkirakan pada 4 Februari 2020, negara atau wilayah administrasi khusus yang paling berisiko mengimpor infeksi melalui perjalanan udara adalah Thailand, Jepang, Taiwan, Hongkong, dan Korea Selatan.”

Sebanyak tujuh film yang dijadwalkan tayang perdana akhir pekan ini telah membatalkan pemutaran.

Toko-toko mulai menutup cabang mereka. Toko pakaian internasional Uni Qlo telah menutup 17 toko di Kota Wuhan.

Wuhan sekarang telah diisolasi selama dua hari, penduduk diberitahu untuk tidak pergi dan diharuskan memakai masker.

Tidak ada angkutan umum, jalan-jalan utama telah ditutup, dan begitu pula bandara.

Wuhan berubah menjadi kota hantu pada saat biasanya jutaan orang biasanya bersiap untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

Huanggang, kawasan dekat dengan Wuhan (berpenduduk sekira 7 juta orang) telah mengumumkan penghentian opersional transportasi publik.

Wuhan merupakan ibu kota Provinsi Hubei (berpenduduk 60 juta orang). Hubei sejauh ini mencatat sebagian besar kasus, yaitu 549. (Uli)

INDOLINEAR.TV