Cerita Untuk Anak Dari Yunani Penggembala Dan Kambing

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Kamis, 22 April 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Seorang pemuda bekerja sebagai penggembala kambing. Kambing-kambing itu bukanlah miliknya, melainkan milik majikannya yang kaya raya. Majikannya sangat menyayangi kambing-kambingnya itu. Ia meminta penggembala untuk menjaganya dengan baik.

“Berilah rumput yang baik untuk kambing-kambingku,” perintah tuannya.

Penggembala itu mengangguk. Ia mendapatkan banyak uang dari tuannya. Suatu hari, tuannya meminta pemuda itu untuk membawa kambing-kambingnya ke padang rumput. Rumput di sana terlihat hijau dan segar.

“Pasti kambing-kambingku akan senang jika kau ajak ke sane.” ucap majikannya. Jagalah dengan baik kambing-kambingku. Jangan sampai ada yang hilang atau terluka,” lanjutnya.

“Saya berjanji untuk menjaganya dengan baik, Tuan,” jawab pemuda itu.

Pemuda itu lalu menggiring kambing-kambing tersebut ke padang rumput. Benar yang dikatakan tuannya, padang rumput di sana sangat hijau, dipenuhi oleh rumput yang segar. Kambing-kambing itu terlihat senang. Namun, sebenarnya pemuda itu tak merasa senang. Ya, itu karena ia harus menggiring banyak kambing, dan itu membuatnya sangat lelah.

Kambing-kambing itu makan rumput dengan lahap. Pemuda itu hanya memperhatikannya. Namun, ada salah satu kambing yang menjauh dari pemuda itu. Pemuda itu hanya membiarkannya.

“Nanti baru akan aku panggil saat akan pulang,” gumamnya, dilansir dari dongengceritarakyat.com (21/04/2021)

Tak terasa waktu sudah sore. Pemuda itu memanggil seluruh kambing-kambingnya. Olala… kambing yang menjauh tadi tak mendengar seruan pemuda itu.

“Dasar kambing nakal.” dengus si Pemuda.

Pemuda itu mengambil sebuah batu, lalu melemparkannya kepada kambing itu. Plak! Tepat mengenai tanduk kambing tersebut. Kambing itu kesakitan. Ia menoleh ke arah pemuda. Ia pun menghampiri pemuda itu dengan sangat marah.

“Kenapa kau lakukan ini padaku? Lihatlah, tandukku patah olehmu.” seru si Kambing.

“Kau tak mendengar seruanku. Itu salahmu sendiri.” jawab pemuda itu.

“Tuanku pasti akan marah jika tahu tandukku patah,” ucap si Kambing.

Pemuda itu mulai ketakutan. Ia jadi bingung.

“Tolong jangan adukan aku pada tuanmu. Aku masih membutuhkan pekerjaan ini,” pinta si Pemuda.

“Aku tidak akan mengadukanmu. Tapi, tandukku yang akan berbicara semuanya,” jawab si Kambing.

Pemuda itu tak bisa berkata-kata lagi. Ia memang bersalah, jadi ia harus menerima risikonya. Esok, jika tuannya memaafkan, ia akan berusaha untuk tidak berbuat ceroboh lagi.

Pesan moral dari Cerita Untuk Anak Anak : Penggembala Dan Kambing (Yunani) adalah kebohongan tidak mungkin bisa ditutup-tutupi selamanya. Jadi bersikaplah jujur. (Uli)