Cerita Sharon Stone Dipaksa Bercinta Demi Dalami Peran saat Syuting

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 21 Maret 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Artis kawakan Hollywood, Sharon Stone menggegerkan dunia hiburan karena mengungkap tindakan tidak senonoh selama syuting film dalam bukunya.

Pada kutipan memoarnya yang diterbitkan Vanity Fair, aktris pemenang Golden Globe itu bercerita soal proses syuting film drama erotis pada 1992 berjudul Basic Instinct.

Dilansir dari Tribunnews.com (20/03/2021), Stone mengakui bahwa film itu jadi awal kariernya yang cemerlang, namun ada pengalaman menakutkan bagaikan ‘mimpi buruk’.

“Setelah kami syuting Basic Instinct, saya dipanggil untuk melihatnya. Tidak sendirian dengan sutradara, tetapi dengan ruangan yang penuh dengan agen dan pengacara, yang sebagian besar tidak ada hubungannya dengan proyek ini,” tulisnya.

Stone bercerita soal adegan interogasi di Basic Instinct, dimana dia memerankan tokoh pembunuh Catherine Tramell dalam film thriller erotis tersebut.

“Di sanalah saya melihat vagina saya tertangkap kamera untuk pertama kalinya.”

“Sebelumnya saya diberitahu: ‘Kami tidak bisa melihat apa pun, saya hanya ingin Anda melepas celana dalam Anda, karena warna putih akan memantulkan cahaya, jadi kami tahu kamu mengenakan celana dalam.'”

Stone bercerita, bahwa setelah itu dia pergi ke bilik proyeksi, menampar sutradara Paul Verhoeven, masuk mobil, dan langsung menelepon pengacara.

Setelah berkonsultasi dengan pengacaranya, kata Stone, dia akhirnya memilih untuk tidak meminta keputusan pengadilan atas adegan kontroversial tersebut, menurut kutipan di Vanity Fair.

“Mengapa? Karena itu memang adegan untuk filmnya dan untuk karakternya dan karena, bagaimanapun juga, saya yang melakukannya,” tulisnya.

Sutradara Verhoeven membantah Stone tidak setuju dengan adegan itu.

“Sharon berbohong,” katanya kepada ICON pada 2017.

“Aktris mana pun tahu apa yang akan dia lihat jika kamu memintanya melepas celana dalamnya dan menunjuk ke sana dengan kamera.”

Namun menurut Wikipedia, Stone merasa ditipu sutradaranya lantaran tidak tahu bagian intimnya akan nampak dan menduga ada kamera tersembunyi yang membidik itu.

Memoar Stone juga merinci beberapa pelecehan seksual yang dia hadapi sepanjang kariernya.

Diketahui setelah kariernya melejit, Stone punya kuasa untuk memilih lawan mainnya.

“Tidak ada yang peduli,” tulisnya.

“Mereka memilih siapa yang mereka inginkan. Terkadang saya kaget,” tulis aktris berusia 63 tahun ini.

Stone bercerita pernah dipaksa produser untuk berhubungan intim dengan lawan mainnya untuk membangun chemistry.

Namun Stone tidak habis pikir dengan saran produser, menurutnya tidur dengan aktor tersebut tidak akan membuatnya bermain peran dengan bagus.

“Saya merasa mereka bisa saja menyewa aktor yang punya bakat, seseorang yang bisa membawakan adegan dan mengingat dialognya,” katanya.

Pengalaman pribadi Stone ini dibagikan dalam bukunya berjudul The Beauty of Living Twice.

Di sana dia menyoroti kemajuan karier dan usahanya untuk naik menjadi bintang di Hollywood di era 80-an dan 90-an.

Stone mengatakan dia sering sendirian di lokasi syuting dengan ratusan pria, sehingga merasa terisolasi dan tidak nyaman.

“Dapatkah Anda membayangkan bagaimana rasanya menjadi satu-satunya wanita di lokasi syuting, menjadi satu-satunya wanita telanjang, dengan mungkin satu atau dua wanita lain berdiri di dekatnya?” (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: