Cerita Rakyat Yunani Semak Belukar Yang Ingin Jadi Pohon Cemara

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Senin, 21 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Dahulu kala, saat binatang dan pohon bisa berbicara seperti manusia, ada semak belukar yang iri kepada pohon cemara. “Andai saja tubuhku tinggi dan indah seperti engkau, Cemara, aku pasti akan sangat senang dan bahagia,” kata semak belukar mengeluh mengenai nasibnya.

“Ya, tentu saja. Cemara bisa menikmati angin dan hujan yang segar. Sementara, engkau hanya mendapatkan angin dan sisa air hujan,” kata rubah memanas-manasi.

Tidak lama kemudian, datanglah kura-kura yang bijaksana. “Kau sebaiknya mensyukuri keadaanmu,” kata kura-kura.

“Ah, tidak,” kata rubah, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (20/06/2021)

“Wajar saja jika semak ingin menjadi cemara. la ingin menjadi lebih baik,” lanjut rubah.

“Baiklah, kalau begitu kita tanyakan kepada cemara apakah ia senang dengan dirinya sendiri,” kata kura-kura. Lalu, mereka membangunkan cemara yang sedang tidur.

“Cemara, bangunlah!” teriak rubah.

“Ada apa, Rubah,” tanya cemara yang terbangun.

“Semak belukar ingin menjadi seperti engkau. Katanya, hidupmu menyenangkan,” ujar kura-kura.

“Ah, kalian mengganggu tidurku saja. Katakan pada semak belukar, lebih baik ia menjadi dirinya sendiri,” jawab cemara lalu kembali tidur.

Suatu hari, datang seorang penebang dari sebuah desa. la menebang pohon cemara yang tinggi itu dan memotong-motong batangnya. Matilah pohon cemara itu.

“Lihatlah!” kata kura-kura kepada semak belukar.

“Apakah kau masih ingin menjadi cemara?” ucap kura-kura.

Semak belukar ketakutan melihat nasib pohon cemara. Sejak saat itu, ia tidak mau menjadi pohon cemara lagi. la lebih mensyukuri dirinya sendiri.

Pesan Moral dari adalah syukurilah dirimu apa adanya. Jangan suka iri pada apa-apa yang dimiliki oleh orang lain. Sebab, tuhan telah menciptakanmu dengan sebaik-baiknya. (Uli)