Cerita Rakyat Pendek Yang Bejudul Penggembala yang Ceroboh

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Minggu, 2 Mei 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Seorang penggembala mendapat tugas dari peternak.

Ia diminta menggembalakan domba-domba milik peternak di padang rumput.

“Bawalah domba-domba ini ke padang rumput nanti akan ada imbalan untukmu,” ucap peternak.

Penggembala pun merasa sangat senang.

Ia segera membawa domba-domba itu ke padang rumput.

Sesampainya di padang rumput, semua domba dibiarkan untuk mencari makan sendiri.

Sedangkan Penggembala berteduh di bawah pohon yang rindang.

“Enaknya siang-siang begini menikmati buah yang segar,” ucap Penggembala itu.

Siang itu memang terasa sangat panas.

“Tap, bagaimana dengan domba-dombaku?” lanjut Penggembala itu lagidilansir dari Dongengceritarakyat.com (01/05/2021)

Penggembala itu melihat domba-dombanya. Mereka tampak asyik merumput.

“Ah, domba-domba itu tampak sangat menikmati makan siang. Pasti tidak apa-apa bila ditinggal sebentar,” pikir Penggembala.

Penggembala pun bergegas ke hutan. Ada banyak buah segar di sana.

Setibanya di hutan, ia langsung memakan buah segar sebanyak-banyaknya.

Setelah kenyang, Penggembala kembali ke padang rumput.

Namun, di tengah perjalanan ia bertemu dengan temannya.

“Kau sedang apa, Penggembala?” tanya temannya.

“Aku baru saja makan buah segar. Kau sendiri mau ke mana?” Penggembala balik bertanya,

“Aku hendak memancing di sungai dalam hutan,” ucap teman si Penggembala.

“Wah, kedengarannya menyenangkan. Bolehkah aku ikut denganmu?” pinta Penggembala.

“Boleh. Ayo, kita ke sungai,” kata teman Penggembala.

Mereka pun pergi ke sungai bersama-sama.

Di sungai, mereka tak hanya memancing, namun juga berenang.

Saat sedang asyik berenang, tiba-tiba Penggembala ingat, ia sudah meninggalkan domba-dombanya terlalu lama.

“Aku harus pulang, temanku,” ucap Penggembala.

“Kenapa?” tanya temannya, heran.

“Sudah terlalu lama aku meninggalkan domba-dombaku di padang rumput,” jelas Penggembala, lalu berlari cepat.

Penggembala merasa sangat cemas. Ia bergegas ke padang rumput. Olala, sesampainya di padang rumput, sudah tak ada siapa-siapa di sana.

Ya! Domba-dombanya telah hilang.

“Aku pasti akan dimarahi peternak,” ucap Penggembala.

Sekarang penggembala hanya bisa menyesal. Ah tidak seharusnya ia meninggalkan domba-dombanya terlalu lama. Seharusnya ia bertanggung jawab dengan pekerjaanya. (Uli)