Cerita Rakyat Pendek Dari NTT Kisah Bete Dou

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Rabu, 20 Mei 2020

Indolinear.com, Jakarata – Dikisahkan, ada seorang gadis jelita, putri seorang raja, bernama Putri Bete Dou, di Kerajaan Nusa Tenggara Timur. Ia hidup seorang diri di rumah pohon di dalam hutan. Suatu malam ia kedatangan tamu tak diundang.

“Siapa di luar? Ada apa gerangan datang ke mari?” Tanya Putri dari balik pintu. “Aku putra raja Kerajaan Loro. Namaku Mare Loro,” jawab Mare Loro.

“Suaramu sangat merdu, aku senang mendengarnya. Bolehkah aku masuk?” lanjut Mare Loro penuh kekaguman dan harapan, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (19/05/2020).

Putri Bete Dou merasa melayang perasaannya dipuja puji oleh seorang putra raja. Pintu dibuka dan sejenak terdiam kaku seperti tersihir pesona wajah masing-masing.

Mereka berkenalan don sepakat untuk bertemu lagi. Hari demi hari hati mereka semakin terpikat dan keakraban pun terjalin. Sampai pada akhirnya jalinan kasih terjadi di antara mereka. Kesungguhan cinta mereka pun kemudian berujung pernikahan tanpa sepengetahuan orang tua masing-masing. Mare Loro selalu mengunjungi istrinya di rumah pohon setiap menjelang senja dan pulang kembali ke istana di pagi hari.

Suatu hari ayah Mare Loro jatuh sakit, sehingga tidak dapat mengunjungi istrinya sebulan lamanya. Suatu ketika kakak Manek Bot datang ke rumah pohon. Tanpa sengaja melihat pakaian laki-laki tergantung di dinding. Menek Bot sangat terkejut.

“Baju siapakah ini? Laki-laki mana yang berani menyentuhmu?” hardik Manek Bat.

“Ampun Kakanda. Itu baju suami adinda, Mare Loro, putra raja Kerajaan Loro. Kami telah menikah.” Putri Bete Dou berusaha menjelaskan.

Manek Bot sangat terkejut dengan jawaban adiknya, bagai disambar petir di siang bolong. Wajahnya memerah dengan tubuh sedikit bergetar menahan marah.

“Turunlah Bete Dou, Kau telah membuat malu kerajaan!” teriak Manek Bot. Putri Bete Dou turun. Baru sampai di anak tangga kesatu, tendangan keras membuatnya tersungkur ke tanah. Putri Bete Dou meregang nyawa. Manek Bot sangat terkejut.

Apa yang dialami Putri Bete Dou terasa oleh Mare Loro dan segera menemuinya. Ketika tiba di rumah pohon sang istri sudah tidak bernyawa lagi.

Dengan kesaktiannya ia membawa serta jenazah istrinya terbang ke Kerajaan Low. Manek Bot tersentak dan tidak percaya melihat laki-laki muda tampan membawa terbang jenazah adiknya.

Setiba di istana, Mare Loro mengobati istrinya. Kesaktian Mare Loro dan kemurahan Sang Maha Pencipta menghidupkan kembali Putri Bete Dou. Mereka berdua pun menyadari segala kesalahan, mohon ampun dan minta restu kedua orang tua. Pertama mereka mendatangi orang tua Mare Loro. Mereka diampuni dan direstui, karena telah berkata jujur dan menyadari kesalahan. Kemudian mereka berangkat menuju Kerajaan Wefulan, menemui orang tua Putri Bete Dou.

“Ampuni Ananda, Ayahanda dan Ibunda.” Putri Bete Dou dan Mare Loro langsung bersujud di kaki kedua orang tua Putri Bete Dou.

“Restuilah pernikahan kami,” lanjut Putri Bete Dou.

“Ampuni Adinda wahai Kakanda. Adinda sadar telah melukai hati Kakanda…” Putri Bete Dou pun beringsut menghampiri kakaknya dan memohon maaf. Raja Wefulan dan permaisuri iba melihat kesungguhan putrinya. Raja dapat merasakan cinta Putri Bete Dou dan Mare Loro sangat tulus. Restu pun diberikan. Demikian juga Manek Bot tidak lagi memendam amarah dan benci kepada adiknya. Semenjak itu, kebahagian telah menjadi milik mereka bersama.

Pesan moral dari Contoh cerita rakyat pendek NTT : Kisah Bete Dou adalah berpikir sebelum bertindak akan membawa kebahagiaan dan keselamatan. Restu orangtua adalah pembawa kebahagiaan dan keselamatan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya