Cerita Rakyat Jaman Dulu Dari Prancis Putri Sejati

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Sabtu, 5 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Suatu hari, Ratu ingin menikahkan pangeran dengan seorang putri.

Namun, Ratu ingin memiliki menantu seorang putri sejati, bukan hanya putri biasa. Mendengar hal itu, Pangeran pun sangat senang. Ia juga sedang mencari seorang putri sejati.

Pangeran lalu pergi ke berbagai penjuru negeri.Tetapi, ia tak kunjung menemukan putri sejati. Banyak gadis yang mengaku sebagai putri sejati. Namun, setelah diuji, rupanya mereka bukan putri sejati. Hal itu membuat Ratu sedih. Padahal ia sudah ingin memiliki cucu.

“Semoga suatu saat nanti kita bisa menemukan seorang putri sejati,” ucap Ratu kepada Pangeran.

Ternyata sulit sekali mencari putri sejati. Bertahun-tahun pangeran mencarinya, tidak kunjung bertemu dengannya.

Pada suatu malam, terjadi badai besar. Banyak rumah penduduk yang hancur. Hujan begitu deras, petir menyambar-nyambar. Suasana istana sungguh mencekam.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara gerbang istana diketuk. Ratu dan pangeran menyuruh prajurit untuk membukakan pintu. Di depan pintu, tampak seorang gadis yang basah kuyup. Ia terlihat kedinginan.

“Siapa kau? Kenapa kau tak berada di rumah saat hujan begini?” tanya Ratu, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (04/12/2020).

“Aku adalah putri sejati. Akulah gadis yang sedang kalian cari. Aku tak tahu akan terjadi badai, tapi untunglah aku sampai di sini,” ujar gadis itu.

Ratu menyuruhnya masuk.Tapi, Ratu dan Pangeran masih belum percaya dengan gadis itu.

Ratu akan menguji apakah gadis itu benar-benar putri sejati atau hanya mengaku-ngaku saja.

Ratu menyuruh pelayan untuk menyiapkan kasur dan selimut, serta kasur yang berlapis-lapis. Ratu menaruh sebuah kacang di bawah kasur itu. Kemudian ia memberikan sebuah piyama dan mempersilakan gadis tersebut untuk beristirahat di kasur itu.

Keesokan harinya, Ratu kembali menemui sang Gadis. Ia ingin menanyakan kabar gadis itu.

“Bagaimana tidurmu semalam, pasti sangat nyenyak, ya?”tanya Ratu.

“Aku tak bisa tidur semalaman. Rasanya badanku sakit semua. Entah apa yang ada di bawah kasur ini sehingga badanku jadi terasa sakit.” ujar gadis itu.

Ratu tersenyum. Kemudian ia menunjukkan sebuah kacang di bawah kasur itu. Kini, Ratu yakin bahwa gadis itu adalah putri sejati.

Akhirnya pangeran menikah dengan gadis tersebut. Mereka pun hidup bahagia di istana. Sementara itu, kacang yang dijadikan alat uji gadis itu ditempatkan di museum kerajaan.

Pesan moral dari cerita legenda jaman dahulu : Putri Sejati (Prancis) adalah jangan melihat seseorang dari penampiiannya. Lihatlah hatinya. Orang baik adalah orang yang memiliki hati yang baik pula. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: