Cerita Rakyat Estonia Petani Tua Yang Bersin Tiga Kali

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Kamis, 15 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang petani tua yang mempunyai banyak anak. Waktu berlalu dan kini semua anak-anaknya sudah menikah. Anak yang paling tua sering meminta agar petani segera mewariskan ladangnya sebelum meninggal.

Sejak itu, petani tua jadi sering memikirkan kapan ia akan meninggal. Untuk mengobati penasarannya, ia menemui seorang peramal yang terkenal. Peramal itu meramal petani tua akan meninggal setelah bersin sebanyak tiga kali.

Saat petani pulang, ia bersin karena mengirup debu tanah. “Ya ampun, bersinku tinggal dua lagi,” pikir petani.

Esoknya, petani menggiling gandumnya di penggilingan. Hidungnya mengirup debu dan bersin. “Oh, aku tinggal punya sekali bersin,” kata petani dalam hati.

Selesai menggiling gandum, petani memasukkan terigu ke dalam karung dan membawanya pulang. Tanpa sengaja, ia mengirup debu lagi dan bersin. “Ya ampun, hidupku berakhir sudah,” teriak petani.

Karung terigunya jatuh dan petani pun jatuh tertelungkup ke lantai. Saat melihat karung tepung tergeletak, seekor babi segera menghampirinya dan hendak merusak karung.

Petani hanya melihat babi itu dan mengeluh, “Kau binatang jahat. Jika saja aku masih hidup, aku akan memukulmu. Tapi, aku sudah mati!”

Saat itu, seorang pekerja penggilingan datang menghampiri. la kaget melihat babi dengan santai mengoyak karung, sementara si petani tertelungkup di lantai.

“Hei, mengapa engkau tertelungkup di lantai?” tanya pekerja, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (14/07/2021).

“Memangnya apalagi yang aku bisa lakukan? Aku kan sudah mati. Kalau aku masih hidup, aku pasti akan mengusir babi itu,” kata petani.

“Oh, jadi kau mati,” kata pekerja sambil tersenyum. la lalu mengambil cemeti dan segera memukul babi itu. la juga memukulkan cemeti ke punggung Petani sampai ia bangun dan menjerit kesakitan.

“Ah, terima kasih karena kau telah menghidupkanku lagi. Kalau tidak ada kau, aku pasti masih mati,” kata petani.

Pekerja hanya tersenyum sambil garuk-garuk kepala dan berkata, “Dasar petani tua. Sudah tua justru takut mati.”

Pesan Moral dari Ciri2 Cerita Rakyat Estonia adalah jangan terlalu percaya pada ramalan-ramalan yang dibuat manusia. Berpasrah dirilah kepada Tuhan serta syukuri anugerah yang diberikan Tuhan agar hidupmu tidak sia-sia. Selain itu jadilah anak yang pintar dengan banyak membaca dan belajar sehingga kamu tidak menjadi orang yang bodoh yang bisa dibodohi oleh orang lain. (Uli)