Cerita Rakyat Dunia Berjudul Gadis Cantik Dan Seekor Ular

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Jumat, 14 Mei 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Suatu hari, istri Brahmana melahirkan seorang bayi. Namun, ada yang aneh dengan bayi itu. Bayi Brahmana adalah seekor ular.

Hal itu membuat Brahmana dan istrinya sedih.

Para tetangga Brahmana menyuruh Brahmana dan istrinya untuk membuang bayi itu, namun istri Brahmana menolaknya.

“Biarkan aku merawat anakku, Meskipun dia seekor ular, namun ia tetap bayiku,” ujar istri Brahmana.

Meskipun mendapat cibiran dari banyak orang, istri Brahmana tetap merawat ular itu dengan baik.

Hingga akhirnya, ular itu tumbuh menjadi ular yang besar.

“Aku ingin kau mencarikan istri untuk anak kita,” ujar istri Brahmana, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (13/05/2021).

Tentu saja Brahmana menjadi bingung.

Mana mungkin ada yang mau menikah dengan seekor ular.

Tetapi, istrinya tetap bersikeras ingin menikahkan anaknya dengan seorang gadis.

“Baiklah, akan aku cari gadis yang mau menikah dengannya,” kata Brahmana.

Brahmana lalu pergi ke rumah temannya yang cukup jauh.

Temannya memiliki seorang putri yang sangat cantik.

Brahmana bercerita kepada temannya, bahwa ia sedang mencari istri untuk anaknya.

Tanpa pikir panjang, temannya itu memberikan anak gadisnya untuk dijadikan menantu Brahmana.

“Kau belum tahu seperti apa anakku,” ucap Brahmana.

“Aku percaya, bahwa anakmu pastilah lelaki yang baik,” balas teman Brahmana.

Brahmana pun membawa gadis cantik itu ke rumahnya. Olala. gadis cantik itu sama sekali tak menolak dinikahkan dengan seekor ular.

Gadis itu patuh dengan perintah ayahnya.

Ya! Dia adalah gadis yang baik.

Meskipun suaminya berwujud seekor ular, gadis itu tetap melayaninya dengan baik.

Brahmana dan istrinya pun merasa kasihan dengan gadis itu.

Namun, terjadi keajaiban saat malam tiba. Wah, ular itu berubah menjadi seorang lelaki yang tampan! Gadis cantik itu pun merasa heran.

“Kau bukanlah suamiku. Suamiku adalah seekor ular,” ucap gadis itu, masih terkejut.

“Ya, aku memang seekor ular. Tapi, aku sudah berhasil keluar dari kulit ularku. Kau lihat kan, di sana ada kulit ular,” kata lelaki tampan itu sambil menunjuk kulit ular di dekatnya.

Brahmana yang mendengar percakapan mereka, langsung masuk ke kamar.

Ia pun mengambil kulit ular itu dan membakarnya.

Sejak saat itu, putra Brahmana tetap menjadi lelaki yang tampan dan tak pernah kembali menjadi ular.

Mereka semua pun hidup amat bahagia.

Pesan moral dari Cerita Rakyat Dunia adalah percayalah, ketulusan akan selaiu membawa kebaikan. (Uli)