Cerita Rakyat Dari Nusantara Singkat Sejarah Asal Mula Reog Ponorogo

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Sabtu, 16 Mei 2020

Indolinear.com, Jakarta – Alkisah, berdiri sebuah kerajaan bernama Kerajaan Kediri di Indonesia. Kerajaan Kediri dipimpin oleh raja yang baik hati. Raja Kediri memiliki seorang putri bernama Putri Sanggalangit.

Putri Sanggalangit baik hati dan sangat cantik. Banyak pangeran dari berbagai kerajaan mencoba melamar Putri Sanggalangit. Tapi, tidak ada satu pun pangeran yang mampu membuat Putri Sanggalangit jatuh hati.

Memikirkan Putri Sanggalangit, membuat raja sedih. Ia ingin segera melihat putrinya menikah. Untuk mengusir kegundahan hatinya, raja menemui Putri Sanggalangit. Ia meminta putrinya itu untuk menerima lamaran salah satu pangeran.

“Baiklah, Ayah. Aku mempunyai syarat untuk pangeran yang ingin mempersuntingku. Katakan kepada mereka, bahwa aku ingin melihat sebuah pertunjukan yang diiringi oleh 140 penunggang kuda kembar. Mereka juga harus membawa binatang berkepala dua,” ucap Putri Sanggalangit.

“Itu mustahil, putriku,” kata Raja Kediri, terkejut dengan syarat yang diajukan putrinya, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (15/05/2020).

Namun, Putri Sanggalangit tak peduli. Ia ingin pangeran yang melamarnya harus menampilkan pertunjukan itu. Dengan berat hati, Raja Kediri pun mengumumkan syarat dari Putri Sanggalangit.

Semua pangeran langsung berlomba menciptakan pertunjukan yang diinginkan Putri Sanggalangit. Tapi, tak ada yang mampu menciptakan pertunjukan itu. Satu per satu pangeran menyerah. Akhirnya, tersisa dua pangeran, yaitu Pangeran Kelana dan Pangeran Singabarong.

Beberapa bulan berlalu, Pangeran Kelana sudah hampir selesai menyiapkan semuanya. Namun masih ada yang kurang, yaitu binatang berkepala dua. Sementara ia hanya memiliki seekor merak. Pangeran Kelana berharap, Putri Sanggalangit akan menyukai meraknya.

Hari yang ditunggu pun tiba. Rombongan Pangeran Kelana berjalan menuju Kerajaan Kediri. Tapi, di tengah perjalanan, tiba-tiba ada singa yang mengadang. Rupanya, singa itu adalah jelmaan Pangeran Singabarong. Ia ingin merebut semua persiapan Pangeran Kelana.

Pertempuran dengan singa itu pun terjadi. Tak pelak, beberapa prajurit terluka. Saat Pangeran Kelana hendak menghadapi singa itu sendiri, tiba-tiba burung meraknya terbang dan mendarat tepat di pundak singa tersebut.

Olala, burung merak itu mematuki kutu yang ada di kepala singa.

Melihat kesempatan itu, Pangeran Kelana segera mengambil senjata pamungkasnya, yaitu sebuah pecut. Ia langsung memecut dua binatang itu, hingga tubuh mereka bersatu. Alhasil, singa itu dan burung meraknya tak bisa lagi dipisahkan.

Ya! Pangeran Kelana berhasil mewujudkan semua persyaratan Putri Sanggalangit. Putri Sanggalangit pun menyukai pertunjukan itu. Apalagi, binatang berkepala singa dan merak itu juga sangat indah.

Sesuai perjanjian, Putri Sanggalangit menerima lamaran Pangeran Kelana. Sejak saat itu, pertunjukan yang Pangeran Kelana mainkan diberi nama reog ponorogo.

Pesan moral dari Cerita Rakyat Nusantara Singkat Asal Mula Reog Ponorogo adalah jika ingin mendapatkan sesuatu, berjuanglah sendiri. Jangan berusaha merebut milik orang lain. Itu akan merugikan diri sendiri dan juga orang lain. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya