Cerita Rakyat Dari Iran  Cerita Aladin Dan Jin Teko Ajaib

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Sabtu, 28 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Dahulu, ada anak laki-laki bernama Aladin. Dia tinggal bersama ibunya yang miskin.

Suatu hari, seorang laki-laki datang ke rumahnya. Dia mengaku sebagai paman Aladin. Lalu, dia mengajak Aladin pergi ke kota.

Aladin pun menurut. Jalan yang ditempuh ternyata sangat jauh. “Aku sangat lelah, bagaimana kalau kita istirahat dulu?” tanya Aladin.

Laki-laki itu marah dan memukul Aladin. Ternyata, laki-laki itu bukan pamannya melainkan penyihir.

Penyihir itu membaca mantra. Tiba-tiba, tanah di depan mereka terbelah. Ternyata di dalamnya ada sebuah jurang.

“Turunlah ke dalam jurang itu! Ambilkan aku teko yang ada di dasar jurang!” perintah si penyihir.

Aladin pun langsung turun. Dia sangat ketakutan.

Sesampainya di bawah jurang, dia melihat ada banyak pohon permata. Dia juga menemukan teko yang dimaksud si penyihir.

Aladin lalu memanjat ke atas. Tetapi, jurang itu sudah hampir tertutup.

“Cepat lemparkan teko itu padaku,” teriak penyihir, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (27/08/2021).

“Tidak,  aku akan memberikan teko ini kalau sudah sampai di atas,” kata Aladin.

Jurang itu sudah terlanjur tertutup. Aladin pun terperangkap di dalam jurang. Dia merasa sedih dan ingin pulang.

Saat itu, tanpa sengaja tangan Aladin mengusap teko ajaib. Tiba-tiba dari dalam teko keluar asap tebal. Tidak lama kemudian, muncul jin besar dari dalam teko.

“Aku adalah jin ajaib. Aku bisa mengabulkan apa yang kau inginkan,” kata jin itu.

“Benarkah? Aku ingin keluar dari sini. Aku ingin pulang dan bertemu ibuku,” kata Aladin.

“Tentu, Tuan. Naiklah ke punggungku. Aku akan mengantarkan Tuan pulang,” kata jin.

Aladin pun segera naik ke punggung jin. Dalam sekejap, mereka sudah sampai di rumah Aladin. Aladin merasa senang bisa bertemu lagi dengan ibunya.

Pesan moral dari Cerita Rakyat Iran : Kisah Aladin dan Jin Teko Ajaib adalah Berhati-hatilah. Kita harus selalu berhati-hati. Jangan mudah percaya pada orang yang baru kita kenal. (Uli)