Cerita Pendek Anak Yang Berjudul Bukit Penentu Usia

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Kamis, 5 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Dahulu kala, ada sebuah bukit yang dipercaya bisa menentukan usia seseorang.

Orang-orang menyebut bukit itu Bukit Tiga Tahun.

Penduduk percaya, siapa pun yang melewati bukit itu dan terjatuh, usianya hanya tinggal tiga tahun.

Alhasil, setiap orang yang melewati bukit itu akan selalu berhati-hati.

Mereka tak mau jatuh dan meninggal tiga tahun lagi.

Suatu ketika, ada seorang kakek yang lewat di bukit itu.

Kakek itu amat berhati-hati dalam berjalan.

Ya, ia tak mau terjatuh di bukit itu.

Namun, tiba-tiba ada seekor kelinci yang lewat di depannya.

Kelinci itu mengagetkan si kakek, sehingga kakek terjatuh.

Duh, si kakek jadi takut sekali.

“Usiaku kini tinggal tiga tahun.” isak kakek sambil berjalan pulang, dilansir dari Donngengceritarakyat.com (04/08/2021).

Sejak kejadian itu, sang kakek selalu memikirkan usianya yang tinggal tiga tahun.

Hal itu membuat dirinya tak enak makan dan minum. Tidur pun tak lelap. Lama-kelamaan, kakek itu pun jatuh sakit.

Sakit tersebut membuat ia makin yakin bahwa usianya tak akan lama lagi.

Sudah banyak tabib yang berusaha menyembuhkan penyakit sang kakek.

Tapi, justru keadaan kakek makin memburuk.

Itu karena sang kakek terus-menerus percaya bahwa usianya tinggal sebentar.

Hingga suatu ketika, datanglah anak kecil ke rumahnya.

Anak itu tahu, sakit sang kakek disebabkan oleh pikiran sang kakek sendiri.

“Aku tahu obat yang mujarab untuk Kakek,” kata si anak kecil.

“Percuma kau memberikan obat untukku. Toh, umurku tinggal tiga tahun lagi,” balas sang kakek.

“Kata siapa umur Kakek hanya tinggal tiga tahun Lagi?” celetuk anak kecil itu.

“Kau tahu aku sudah terjatuh di bukit, artinya, usiaku hanya tinggal tiga tahun,” kata sang kakek.

“Sekali terjatuh, usianya hanya tiga tahun. Kalau dua kali terjatuh, berarti enam tahun. Kalau tiga kali terjatuh, berarti sembilan tahun. Bukankah begitu.” ujar anak kecil itu.

Seketika mata sang kakek berbinar-binar. Benar apa yang diucapkan oleh anak kecil itu.

Sang kakek pun bangkit dari tempat tidurnya, seolah dirinya sehat kembali

Ya, kakek itu kembali ke bukit ajaib.

Ia akan menjatuhkan dirinya berkall-kali agar usianya lebih panjang.

Sang kakek pun melaksanakan niatnya itu.

Sejak saat itu, si kakek menjadi lebih sehat.

Ia merasa akan hidup lebih lama. Tak lupa, sang kakek berterima kasih kepada anak kecil yang cerdas itu.

Pesan moral dari cerita pendek kehidupan ini adalah rasa sakit dan tak bahagia hanya ada di dalam pikiranmu. Kamu tinggal memilih saja memilih tidak bahagia atau berbahagia dan bersyukur dengan yang kamu miliki. (Uli)