Cerita Pendek Anak Sekolahan Yang Berjudul Hilangnya Permaisuri

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Rabu, 22 Januari 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Alkisah, terdapat sebuah kerajaan bernama Kerajaan Aeneas. Kerajaan Aeneas dipimpin oleh seorang raja yang sangat disiplin, cermat, dan teliti dalam segala hal, yaitu Raja Aghato.

Sang raja mempunyai seorang putri bernama Putri Azzahra. Putri Azzahra tumbuh menjadi gadis yang sangat pandai. Ia berguru sampai ke negeri yang sangat jauh. Telah lama sang putri berada di negeri itu.

Dia jadi merindukan ayahnya dan Negeri Aeneas. Akhirnya, Putri Azzahra memutuskan untuk pulang ke negerinya.

Pada siang yang cerah, sampailah Putri Azzahra di kerajaan Aeneas. Ia disambut dengan berbagai macam hiburan. Sang raja yang sudah sangat merindukan putrinya itu, menjadi sangat bahagia. Putrinya yang tersayang akhirnya kembali setelah sekian lama berguru di negeri lain.

Pesta berlangsung cukup lama dan sangat meriah. Namun pada saat itu, tak ada satu pun yang menyadari bahwa sang permaisuri telah pergi dari istana.

Permaisuri tidak menyukai pesta yang berlebihan. Karena itulah, ia memilih untuk pergi, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (21/01/2020).

Ketika hari sudah malam, barulah raja menyadari bahwa sang permaisuri tidak ada di istana. Namun, raja berpikir bahwa permaisuri sedang bersama Putri Azzahra. Raja pun langsung beristirahat karena sudah terlalu lelah.

Raja terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara ayam yang berkokok. Ia pun bergegas menuju kamar putrinya. Olala, betapa terkejutnya sang raja ketika sang ratu tak ada di kamar putrinya.

“Anakku, di manakah ibundamu sekarang.?” tanya Raja Aghato.

“Aku tidak tahu, Ayah. Sejak semalam, aku tak melihatnya,” jawab Putri Azzahra.

Raja sontak kaget. Ia langsung mengutus pengawal untuk mencari sang permaisuri. Raja juga membuat sayembara, barang siapa menemukan sang permaisuri, maka ia akan mendapatkan separuh harta kerajaan. Namun, ternyata tak ada yang mampu menemukan permaisuri.

Pikiran raja menjadi kacau. Ia terus-menerus memikirkan sang permaisuri. Putri Azzahra yang tak tega melihat keadaan ayahnya, segera menghibur ayahnya.

“Kita berdoa saja kepada Tuhan, Ayah. Aku yakin, Tuhan akan mengembalikan Ibunda ke istana,” ucap putri.

Benar saja, beberapa hari kemudian, sang permaisuri kembali ke istana. Permaisuri pun meminta maaf karena pergi tanpa pamit. Raja, permaisuri, dan putri pun berpelukan dengan amat bahagia.

Pesan moral yang dapat dipetik dari Cerpen Anak Sekolahan kali ini adalah selalu doakan orang-orang yang kita cintai. Doa adalah salah satu hadiah untuk orang-orang yang kita cintai. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: